101 IMIGRAN GELAP DISELAMATKAN BASARNAS


CILACAP – BASARNAS (Badan SAR Nasional) Pos SAR Cilacap berhasil mengevakuasi 101 imigran gelap asal Afghanistan, Irak, Iran dan Palestina setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin berhari hari dan ditemukan di perairan Cilacap, Kamis (6/6). Kapal  berukuran 25 meter tersebut terapung – apung di Samudera Hindia dalam kondisi mati mesin. Upaya penyelamatan kapal nahas tersebut baru berhasil Jumat (7/6) pagi hari ini pukul 9.30 WIB. {READMORE}

Kepala Kantor SAR Semarang S Riyadi, S.Sos,MM mengatakan, pihaknya mendapat berita itu (kapal imigran mati mesin.red) dari pemerintah Australia. “Mereka mengabarkan adanya imigran gelap yang terkatung-katung di lautan karena mati mesin. Nahkoda kapal minta bantuan ke Australia, tapi karena  posisinya di perairan Indonesia, akhirnya kami yang dihubungi untuk melakukan SAR,” papar Riyadi yang memimpin langsung proses evakuasi.

Posisi kapal itu, lanjut Riyadi, saat diketahui keberadaannya terombang-ambing di selatan Kebumen. Upaya untuk mendekat ke kapal nahas tersebut sudah dilakukan sejak Kamis sore, namun upaya kami terhambat tinggi gelombang ombak yang mencapai tiga meter. Kapal yang kami gunakan tidak mampu melewati ombak tersebut,  hingga akhirnya  kami mengerahkan perahu nelayan,” imbuh Riyadi.

Kami berhasil mendekat ke kapal tersebut sekitar pukul pukul 08.00 dan memulai evakuasi. Seluruh korban berikut kapalnya kemudian dievakuasi ke pantai Manganti, Kebumen hingga pukul 09.30. Riyadi menyebutkan data yang kami peroleh terdapat 52 pria dewasa, 22 perempuan dewasa, 7 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Semuanya dalam keadaan selamat, hanya ada dua orang yang tampak sakit dan membutuhkan pertolongan medis.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh imigran gelap tersebut dibawa ke Keimigrasian Cilacap untuk proses pendataan, dari negara mana dan kemana tujuan mereka.

Kapal tujuan Pulau Critsmas, Australia  ini diawaki oleh dua awak kapal termasuk nahkoda yang berkebangsaan Indonesia, namun mereka tidak mau mengaku berlayar dari mana. “soal itu (layar dari mana.red) bukan wewenang kami,  itu wewenang aparat imigrasi dan aparat hukum, tugas kami pencarian dan pertolongan jiwa manusianya. Selesai” pungkas Riyadi. (ris/fdi)



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : author
7 June 13:00 WIB