Banjir Purworejo, Sebagian Warga Menolak Diungsikan.


PURWOREJO - Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama Tim SAR gabungan hingga siang ini, Minggu (22/12) masih melakukan upaya evakuasi terhadap warga korban banjir di Desa Trimulyo dan Bendungan Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan, pihaknya bersama pihat terkait telah melakukan upaya evakuasi sejak kemarin. Namun demikian hingga siang ini masih ada warga yang belum bersedia untuk dievakuasi. Oleh karena itu, tim kami sedang melakukan upaya pendekatan persuasif kepada dua warga tersebut supaya bersedia untuk dievakuasi ke tempat yang aman.Sebagaimana diketahui, banjir yang merendam dua desa tersebut akibat meluapnya sungai Kranggan dan sungai Butuh. Masih ada beberapa sungai lagi yang meluap, namun dampaknya tidak seberapa. Sebut saja sungai  Lereng, sungai Wawar dan sungai Jali.

Hingga siang ini, ketinggian air mencapai 2,5 meter. Sementara hujan terus turun, sehingga ketinggian air terus bertambah. "Untuk itu kami membujuk warga agar bersedia dievakuasi ke posko pengungsian," ujar Agus.

Ada sekitar 60 warga yang masih terjebak di rumah panggung. Rumah panggung tersebut terletak di antara desa Trimulyo dan Bendungan. "Yang jelas kita terus berupaya membujuk mereka untuk mau dievakuasi, mengingat keadaan semakin mengkawatirkan. Hujan terus turun, ketinggian air terus bertambah," paparnya.

Adapun Tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas Pos SAR Cilacap, Polres Purworejo, Koramil Purworejo,  PMI, BPBD, Rapi, SAR Purworejo serta relawan lainnya. Mereka dilengkapi dengan perahu karet lengkap dengan alat evakuasi di air. (ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
23 December 18:38 WIB