BASARNAS DAN TIM SAR GABUNGAN BERHASIL SELAMATKAN DUA ORANG PENDAKI GUNUNG MERBABU


Kantor SAR Semarang- Dua pendaki gunung Merbabu Antok (17) dan Guguh Adi Saputro (19)  berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan di Selo dalam keadaan selamat(14/5). keduanya adalah warga Dukuh Chuntel RT1/RW 1 Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

 

Sebelumnya Minggu (12/5) dini hari Mereka berdua dikabarkan hilang setelah mengawali pendakian dari basecamp Cunthel, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang menuju Selo Boyolali. Menurut Agus Surolawe salah seorang saksi mata mengatakan kedua pendaki meninggalkan posko Cunthel, Minggu (12/5) dan berencana untuk melakukan pendakian untuk membuka jalur baru.

 

Saat berangkat, keduanya membawa perbekalan cukup serta peralatan komunikasi (HT) dan handphone (HP). "Berdasarkan laporan, tujuan puncak Merbabu dan turun ke basecamp Selo," ujarnya, saat dikonfirmasi pihak Basarnas, Selasa (14/5).

Saksi juga menjelaskan kontak terakhir terpantau pada Senin (13/5) siang kemarin melalui pesan singkat (sms) yang mengabarkan keduanya tersesat. Upaya pencarian sudah diupayakan oleh Basarnas dan Tim SAR gabungan dengan melakukan penyisiran arah Selo Boyolali.

Menurut anggota Basarnas Kantor SAR Semarang Nurman Mujianto, penyisiran di jalur pendakian sudah dilakukan untuk melakukan penjemputan, tetapi tidak menemukan keberadaan kedua pendaki ini. Tim juga kesulitan memancarkan frekuensi sinyal HP dan HT ketika berada dijalur pendakian hingga puncak Merbabu karena kondisi cuaca kadang berubah-ubah.

 

Setelah dilakukan penyisiran Lanjutan oleh beberapa Tim SAR gabungan dari Basarnas Kantor SAR Semarang ,Polsek Getasan, Koramil Getasan dan Potensi SAR lainya, akhirnya korban berhasil ditemukan di daerah Selo Pentongan Boyolali yang kurang lebih berjarak 40km dari lokasi awal pendakian. Korban sendiri ditemukan dalam keadan selamat dan langsung di dibawa melalui jalur ketep Magelang.

Sesampainya di posko cunthel salah seorang korban Guguh  mengungkapkan, dirinya dan Antok berhasil sampai puncak Gunung Merbabu tepatnya di puncak Kenteng Songo, Senin (13/5) sekitar pukul 14.00 WIB siang. Perjalanan turun menuju basecamp Selo terpaksa diurungkan menyusul jarak pandang yang terbatas serta jalur pendakian yang licin pasca hujan seharian di atas puncak gunung Merbabu.

"Saat hendak turun sejauh dua kilometer kami terjebak kabut, jarak pandang sangat terbatas dan tahu-tahu posisi kami sudah di depan jurang. Kami berdua kemudian memilih mendirikan tenda untuk bertahan sembari menunggu bantuan datang," ungkap Guguh.(hms/fdi)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
29 October 18:16 WIB