Basarnas Hentikan Pencarian KLM. Bintang Buana


SEMARANG – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang menghentikan pencarian terhadap korban musibah kapal layar motor (KLM) Bintang Buana, Rabu (15/1).Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan, penghentian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) ini dilakukan karena kami sudah melakukannya selama sepekan, dan hingga hari ini sudah tidak ada tanda – tanda korban keberadaan korban. “Berdasarkan ketentuan kami, operasi SAR dilaksanakan selama sepekan, namun demikian operasi SAR bisa dilaksanakan lagi ketika ditemukan tanda – tanda keberadaan korban,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapal Layar Motor (KLM) Bintang Buana mengalami musibah di perairan Karimunjawa, Jepara pada Rabu (8/1) silam. Kapal dengan muatan pupuk tersebut tenggelam setelah mengalami kerusakan mesin, kata pemilik agen pelayaran PT.Cahaya Buana, Kadir.

Lebih lanjut Kadir menambahkan, panjang kapal 25,99 meter, lebar 13,20 meter dengan berat 277 Gros ton dengan call sign YC.6236. Adapun data manifesnya menyebutkan kapal tersebut diawaki oleh 10 ABK, yakni Jamaludin (Nahkoda), Dida Hendrawan (Mualim), Icang Daeng Matamu (Kepala Kamar Mesin), Agus (Masinis), Akbar Birawan (Juru mudi), Andi Arzandi (Juru mudi), Samsudin Bassai (oliman), Romni (Oliman), Wahyu Saputro (Oliman) dan Tukimin (Juru masak).“Kami belum tahu pasti berapa POBnya krn dari pihak perusahaan jg belum bisa memastikan.

Tiga anak buah kapal (ABK) KLM.Bintang Buana berhasil diselamatkan oleh kapal MT.Patrecia yang sedang melintas pada koordinat 06° 05’ 44” S, 110° 36’ 31” E, Kamis (9/1) pukul 15.00. Tiga anak buah kapal yang selamat yakni Icang (Kepala kamar mesin), Akbar Irawan (anak buah kapal) dan Jamaludin (Nahkoda). Ketiganya lalu dibawa ke Tanjung Uban, Batam. Jamaludin, Nahkoda kapal nahas terseut mengatakan, ABK kapal yang dinahkodainya saat berlayar berjumlah 6 orang, termasuk dirinya. Sedangkan 4 lainnya kebetulan tidak ikut berlayar.

Saat kejadian kapal tenggelam, lanjut Jamal, semua ABK meloncat dari kapal untuk menyelamatkan diri. Kebetulan kami diselamatkan oleh kapal yang MT.Patrecia yang sedang melintas dari Tuban menuju Tanjung Uban, Batam. Maka kami diselamatkan kemudian dibawa berlayar ke Batam. “Tiga temen saya hingga kini belum ditemukan adalah Samsudin Bassai (Oliman), Romni (Oliman) dan Tukimin (juru masak). Waktu itu semuanya memakai pelampung, kecuali Samsudin, dia bertahan mengapung menggunakan tabung dirigen,” ujar Jamal saat dihubungi lewat telepon seluler.

Upaya pencarian yang sudah kita lakukan, lanjut Agus, setiap hari kita memapelkan kejadian ini kepada kapal - kapal yang melintas di sekitar tempat kejadian. “Setiap hari kita membuat rencana operasi SAR dan menentukan area pencariannya. Kita berasumsi bahwa korban memakai pelampung, life jacket, maka kita hitung arah angin, kecepatan arus dan gelombangnya. Selain kita melakukan dengan kapal Basarnas RB-206, hasilnya perhitungan itu juga kita sampaikan kepada kapal – kapal yang melintas untuk ikut melakukan pencarian ketiga korban musibah tersebut,” pungkasnya. (ris)



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : author