BASARNAS KANTOR SAR SEMARANG DARURAT BANJIR


SEMARANG – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang menyatakan darurat banjir. Saat ini, Selasa (21/1) Kantor SAR Semarang mengirim tim penolong ke lokasi banjir di Jepara, Kudus dan Pati. Masing masing tim terdiri dari delapan hingga sepuluh personel yang dengan membawa perahu karet dan truk serta peralatan evakuasi lainnya. Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan, hingga malam ini pihaknya masih melakukan evakuasi di beberapa wilayah di kabupaten Jepara dan Kudus. Basarnas dan tim SAR gabungan mengevakuasi warga di Kecamatan Kecamatan Mayong, Welahan, Kalinyamatan, Tahunan, dan Batukali telah mengevakuasi sekitar 700 jiwa. Mereka yang kami evakuasi kebanyakan kaum perempuan dan anak anak dan lanjut usia. Ketinggian air di rata rata antara 1 hingga 2 meter. Warga yang berhasil dievakuasi diungsikan ke tempat umum seperti Masjid, Balai Desa dan sekolahan yang tidak terendam banjir. Awalnya tim yang saat ini mengevakuasi di Kudus diperuntukan untuk mengevakuasi korban banjir di Pati. Namun, dalam perjalanannya sampai di Kudus tim yang dipimpin Kepala Seksi Potensi, Mkhfud ini harus berhenti. Tim yang berjumlah delapan orang ini diminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus untuk menevakuasi warga kudus yang terendam banjir. Menurut Makhfud kondisi banjir di Kudus sangat parah. “Sangat parah mas, lebih parah daripada banjir yang di Pekalongan kemarin. Ketinggian air diatas 1 meter, banyak mobil dan motor yang terjebak banjir. Kemudian arus airnya juga deras sekali, kita kesulitan untuk mengevakuasi warga. Apalagi malam hari, situasinya gelap sekali. Ketinggian air terus bertambah, hujan juga masih belum reda. Kita menghubungi kantor untuk minta tambahan personel, dan malam ini juga akan diberangkatkan satu tim lagi berikut peralatannya, kata Makhfud. Korban banjir yang berhasil kami evakuasi langsung diungsikan ke Balai desa Jepang, Kecamatan Mejobo. “Saat ini kita masih kerja sendiri, karena awalnya tujuan kita ke Pati. Jadi kita belum sempat koordinasi dengan pihak – pihak terkait, seperti TNI dan POLRI atau potensi SAR yang lain. Kita mementingkan dan mendahulukan mengevakuasi warga terlebih dahulu, “pungkasnya. (ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
21 January 16:22 WIB