BASARNAS PASANG JARING PERANGKAP


KARANGANYAR –  Pencarian Daliyem (54) seorang nenek warga desa Blumbang RT 01 RW 01 kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Sabtu (19/05) tidak membuahkan hasil. Pencarian dilakukan dengan mendaki dan menuruni bukit yang sangat terjal, bahkan kemiringan  tebing yang hampir tegak lurus pun disisir dengan repeling. Kedalaman tebingnya pun bervariasi. Dari yang dangkal hingga yang curam mencapai seratus meter. {READMORE}

 

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Daliyem (54) seorang nenek warga desa Blumbang RT 01 RW 01 kecamatan Tawangmangu dikabarkan hilang saat mencari rumput pada Kamis (17/05) sore.  Hingga hari ini proses pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

 

Tim SAR Gabungan berjumlah 85 personel, yang terdiri dari Basarnas, SAR Karanganyar, Anak Gunung Lawu (AGL), Karanganyar Emergency, BPBD Karanganyar , Tagana, Solo Rescue Unit (SRU), SAR MTA Karanganyar, SARDA Jateng, relawan dan warga sekitar dibagi menjadi empat SAR Rrescue Unit (SRU).

 

Menurut Basuki, anggota Basarnas Semarang selaku koordinator proses pencarian mengatakan, proses pencarian terkendala karena cuaca yang tiba tiba berubah. Pagi hari cuaca di sisi barat lereng gunung Lawu tersebut cerah, namun siang sekitar jam 12.00 tiba tiba kabut tebal. “Maka, ada beberapa tempat yang belum bisa disisir tim pencari” katanya.

 

Keempat SRU tersebut, lanjut Basuki, pagi tadi berangkat melakukan pencarian dari atas, sekitar 1.700 MDPL. Secara berjajar, kemudian keempat SRU turun hingga ditemukannya jejak barang bukti berupa rumput, sandal jepit dan sabit kemarin. “Ada di sekitar ketinggin  1.600 MDPL. Medannya bervariasi, kadang ada jalan setapak, kadang harus membuat jalan sendiri, bahkan kadang harus turun repeling karena ada tebing” paparnya.

 

Tidak hanya itu, kami juga memasang jaring panjang. Jating tersebut kami bentangkan di dasar lembah. Dengan tujuan, ketika korban melintasi lembah tersebut akan berhenti nyangkut dijaring tersebut. Pencarian akan dilanjutkan esok hari (Minggu, 20/05.red). Pencarian akan kami fokuskan di tempat – tempat yang sebelumnya belum sempat disisir di sekitar tempat ditemukannya barang bukti. “Tempat – tempat yang tadi belum terjamah, seperti tebing yang curam, besuk akan kami sisir lagi” punhgkasnya. (ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
19 May 18:00 WIB