BASARNAS SELAMATKAN TUJUH KORBAN KAPAL TABRAKAN


SEMARANG- Badan SAR Nasional (Basarnas) melalui Kantor SAR Semarang, menerima informasi telah terjadi musibah tabrakan kapal MT. Spiller GT 70 bermuatan minyakk mentah yang mengalami kerusakan mesin  bertabrakan dengan KM. Passenger pada koordinat 06◦ 52,75’ S - 110◦ 22,30’ E, Rabu (20 Juni 2012) pagi pukul 06.00 WIB. {READMORE}

Akibat dari musibah tabrakan tersebut sebanyak 5 orang penumpang KM. Passenger  diduga menceburkan diri ke laut dan membutuhkan  pertolongan dan 2 orang ABK MT. Spiller mengalami luka bakar karena kapalnnya terbakar.

OSC (On scene coordinator) SAR / KUT (Ketua Unit Tugas) SAR memerintahkan heli rescue jenis Bolcow - 105 HR-1521 untuk terbang ke lokasi melakukan pengamatan dan pencarian posisi musibah berikut posisi korban. Setelah mengetahui posisi korban, HR – 1521 kembali untuk melakukan  dropping floating divice berupa ring buoy ke arah korban. Diharapkan korban dapat mengapung menggunakan ring buoy tersebut sambil menunggu pertolongan.

Rigid inflatable boat / RIB atau sea reader Basarnas yang juga menerima perintah dari OSC/ KUT SAR untuk melaksanakan penyelamatan korban yang lainnya. Pada kesempatan pertama RIB Basarnas  berangkat ke lokasi musibah serta posisi korban seperti yang sudah diinfokan oleh HR-1521 dan selanjutnya mendekati RIB dan mengevakuasi korban dengan cara towing terhadap 3 korban.

Awalnya  rescuer di atas RIB melemparkan ring buoy yang sudah ikatkan tali ke arah korban. Selanjutnya korban ditarik satu persatu mendekati ke arah rib dan diangkat secara manual oleh rescuer di atas RIB.

Pada saat yang bersamaan, seorang korban yang diduga tidak sadar (tidak bereaksi ketika diberikan panggilan verbal), maka dua orang rescuer mendekati korban dan  melakukan medical treatment.  Korban dicurigai mengalami cidera spinal (tulang belakang).

Dua rescuer memasang collar neck atau penyangga leher dan rescuer lain berusaha menopang badan korban di atas tandu spinal. Hal ini dilakukan agar korban cidera spinal/ tulang belakang tidak mengalami luka yang lebih serius. Tahap selanjutnya dilakukan strapping /pengikatan korban di spinal tersebut untuk dilakukan evakuasi ke RIB. Semua korban selanjutnya dievakuasi RIB ke posko kesehatan  pelabuhan tanjung emas, untuk mendapatkan penangan medis yang lebih lanjut.

OSC/KUT SAR mendapatkan informasi tambahan tentang adanya 2 penumpang  di atas kapal MT. Spiller yang terbakar. Keduanya termengalami luka bakar dan memerlukan pertolongan. Di sisi yang lain, rubber boat / perahu karet basarnas mengevakuasi dua korban yang terjebak di dek MT. Spiller yang terbakar tersebut. Diperkirakan dua korban mengalami luka bakar dan diupayakan untuk dievakuasi oleh rescuer menggunakan peralatan evakuasi. Kedua korban selanjutnya dibawa ke rescue boat 206 Basarnas untuk mendapatkan perawatan medis darurat dari tim Medis. Tim medis terdiri dari tim medis Basarnas dan petugas dinas kesehatan pelabuhan Tanjung Emas.

Kantor SAR Semarang kembali menerima infomasi ditemukannya seorang korban yang terapung-apung di sisi buritan KM. Passenger. OSC / KUT SAR memerintahkan HR-1521 untuk mengevakuasi korban.

HR-1521 yang menerima perintah tersebut, segera mempersiapkan peralatan hoist termasuk dua orang rescuer. Di lokasi penemuan korban, HR-1521 menerjunkan dua rescuer dengan cara free jump. Kedua rescuer berusaha mendekati korban dan melakukan treatment, sedangkan HR-1521 menunggu kesiapan korban untuk dievakuasi dengan cara hoisting.

Kedua rescuer memasang horse collar ke korban. Selanjutnya hoisting diturunkan dan horse collar dikaitkan ke hook peralatan hoist tersebut. Korban ditarik ke atas, dan saat korban sudah stabil on board, HR-1521 kembali terbang membawa korban ke fasilitas medis.

Ya, inilah bagian dari adegan simulasi operasi pencarian dan pertolongan saat terjadi musibah pelayaran yang dihelat dalam kegiatan Latihan Nasional Penanggulangan Tumpahan Minyak (Mapolex)  tahun 2012 di perairan pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (20/06/2012).

Menurut Kasie Siaga Badan SAR Nasional (Basarnas), Anggit Mulyo  Satoto mengatakan, dalam Marpolex 2012 ini Basarnas melibatkan 1 unit Helikopter jenis Bolcow – 105 HR-1521, 2 kapal yakni RB – 206 dan RB-107,  1 unit Rigid inflatable boat / RIB atau sea reader dan beberapa rubber boat atau perahu karet.

Selain pencarian dan pertolongan (SAR),materi lainnya dalam kegiatan ini adalah  pengamatan, pengamanan  daerah musibah, pemadam kebakaran, penanggulangan tumpahan minyak di laut, penanggulangan dampak tumpahan minyak dan perhitungan ganti rugi  pencemaran. (ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
20 June 15:00 WIB