BELUM GENAP SEBULAN, 7 ORANG MENINGGAL KARENA CUACA BURUK


Semarang - Musim penghujan belum usai, namun di wilayah kerja Basarnas Jawa Tengah, dibulan Februari saja yang baru memasuki pertengahan bulan telah terjadi kecelakaan air yang mengakibatkan 7 orang harus kehilangan nyawa.

Tercatat ada tujuh lokasi terjadinya kecelakaan air yakni di pantai widarapayung Cilacap, sungai Tajum Banyumas, sungai Dulang Purworejo, sungai Songgom Brebes, Sungai Bengawan Solo, sungai Bapangan Klaten dan sungai Mlawat di Rembang.

Menurut Kepala Kantor Basarnas Jawa Tengah, Agus Haryono, Rata-rata kejadian yang disungai disebabkan oleh para korban yang terpeleset sehingga terjatuh dan hanyut dialiran sungai yang deras setelah sebelumnya diguyur hujan, seperti yang di alami Eka Bangun Setyawan (14) yang hanyut karena terpleset saat memenacing di bantaran sungai Bengawan Solo.

"Dan baru-baru ini kami sedang melakukan pencarian terhadap Bilqis, umur 5 tahun yang hanyut di sungai Songgom Brebes" Ungkap Agus. "karena keasyikan bermain di pinggir sungai bersama teman-temannya, kemudian ia terpleset dan hanyut di sungai yang sebenarnya tidak terlalu lebar tersebut, hanya sekitar 6 meteran. Namun saat kejadian arus cukup deras karena baru saja diguyur hujan" beber Agus kemudian.

Agus juga mengingatkan di musim yang ekstrim seperti ini, hendaknya aktivitas di sungai dikurangi terlebih dahulu. Apalagi mengingat intensitas hujan masih sangat tinggi sehingga diperlukan kehati-hatian. "mungkin di bagian hilir tidak turun hujan, namun karena bagian di hulu sungai turun hujan, maka arus akan menjadi besar dan kencang ke arah hilir, hal inilah yang patut kita waspadai" pungkas Agus dalam himbauannya



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
16 February 12:22 WIB