Buka Rakor Pencarian dan Pertolongan 2018, Kepala Basarnas Tekankan Kunci Sukses Penanganan Kecelakaan dan Bencana Adalah Kerjasama, Soliditas, dan Sinergi


JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam hal ini Direktorat Operasi kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018. Rakor yang bertujuan guna tercapainya pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan oleh Basarnas pada penanganan bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang cepat, tepat, aman dan terpadu, bersinergi dengan seluruh potensi pencarian dan pertolongan yang ada di Indonesia ini berlangsung selama satu hari di Gedung Basarnas Ruang Serba Guna Lantai 15.

WhatsApp Image 2018-12-06 at 2.48.14 PM.jpeg

Kepala Basarnas Marsekal Madya (TNI) M. Syaugi secara resmi membuka Rakor Pencarian dan Pertolongan Tahun 2018 yang mengusung Tema “Melalui Rapat Koordinasi Pencarian dan Pertolongan Nasional Tahun 2018, kita tingkatkan sinergitas antara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dengan potensi pencarian dan pertolongan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap bencana alam Kamis (6/12/2018) tepat pukul 09.30 WIB.

Dalam sambutannya, Syaugi mengatakan kunci sukses penanganan suatu kejadian kecelakaan dan bencana adalah kerjasama, soliditas dan sinergi dari setiap institusi atau organisasi yang terlibat dalam sebuah operasi pencarian dan pertolongan. Kerjasama dibidang operasi itu harus dikoordinasikan oleh satu kepemimpinan di lapangan yang handal, sehingga bila ada suatu kecelakaan dan bencana, semua orang yang terlibat terutama petugas pencarian dan pertolongan sudah memiliki pemahaman yang sama dalam satu komando. Tanpa kepemimpinan yang baik dalam sebuah operasi pencarian dan pertolongan, meskipun terdapat banyak orang yang dilengkapi dengan peralatan yang hebat, maka operasi pencarian dan pertolongan tersebut tidak akan maksimal.

Lebih lanjut Kepala Basarnas menjelaskan bahwa sampai dengan bulan November Tahun 2018 Basarnas telah menyelenggarakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat udara sebanyak 13 kali, kecelakaan kapal 447 kali, bencana alam sebanyak 146 kali, dan pada kondisi membahayakan manusia sebanyak 1.243 kali.

“Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Basarnas tidak dapat bekerja sendiri, namun didukung oleh segenap potensi pencarian dan pertolongan, baik yang berasal dari TNI/POLRI, Instansi sipil, swasta maupun organisasi masyarakat. Basarnas dapat melibatkan para potensi pencarian dan pertolongan serta dukungan dan peran serta masyarakat untuk membantu pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan”, tegas Jenderal Bintang Tiga ini.

Pada kesempatan ini Rakor yang diikuti oleh internal Basarnas, instansi terkait maupun potensi juga menghadirkan empat narasumber yakni Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Mayjen Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M; Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Ir. Bernardus Wisnu Widjaja, M.Sc; Kepala Kelompok Sahli Pangdam Jaya I Gusti Putu Danny; dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triyono, ST., Dipl. Seis, M.Sc. Adapun materi yang dipaparkan masing-masing narasumber yakni peran Basarnas dalam penanganan tanggap darurat bencana, peran BNPB dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami, peran BMKG dalam peringatan dini gempa bumi dan tsunami, dan peran TNI dalam penanganan bencana. (an)

WhatsApp Image 2018-12-06 at 2.48.14 PM (2).jpeg



Kategori General Artikel , General Berita .
Pengunggah : chandra
7 December 14:55 WIB