DPR JANJIKAN DERMAGA UNTUK KAPAL BASARNAS


SEMARANG - Setelah mendapatkan kapal baru 4o meter yang bernama KN.SAR Sadewa 231, Badan SAR Nasional Kantor SAR Semarang hendak dibangun dermaga untuk sandar kapal yang baru diresmikan 20 Maret lalu itu. Demikian disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi V Yudi Widiyana Adiya saat meninjau kapal KN.SAR Sadewa di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (29/4). Menurut Yudi satu hal yang perlu kita tekankan kepada Basarnas adalah, bahwa setelah pengadaan kapal berikutnya yang harus disiapkan adalah dengan penyediaan  dermaganya.  Untuk itu perlu adanya komunikasi yang baik dengan intansi dan unsur yang terkait. Saya kira gagasan ini pembuatan dermaga ini  sangat baik, sehingga kapal kapal negara ada dalam satu tempat. "Jangan sampai nantinya kapal negara berceceran parkir dimana mana. Untuk itu kita akan dorong dengan intansi dan unsur yang terkait sehingga hal ini bisa terwujud," kata dia. Yang penting lagi adalah komunikasi dengan unsur dan instansi terkait. Karena keberadaan Basarnas disini akan membuat pelaku usaha menjadi nyaman. "Jika terjadi sesuatu musibah misalnya, maka Basarnas akan segera memberikan pertolongan," imbuhnya. Sementara itu, Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono membenarkan rencana pembangunan dermaga itu. Menurut Agus, pihaknya memang mengusulkan penyediaan dermaga kapal. Karena selama ini kapal kita sandar bukan di dermaga. Kemudian disamping itu, kapal yang kita miliki sekarang ini masih baru. Namun kalau saja kita boleh memohon, kita diberi kapal yang terbuat dari besi atau baja. "Hal itu karena mengingat laut jawa ini kan kondisinya kalau musim  penghujan ombak tinggi. Saat terjadi musibah pelayaran pasti kondisi laut sedang dalam kondisi yang tidak bersahabat. Untuk itu diperlukan kapal yang mumpuni untuk melakukan operasi SAR ketika terjadi kecelakaan pelayaran," kata Agus. Dengan kapal yang kita miliki sekarang ini memang, dari kecepatan kapal ini unggul. Disamping itu juga ketika digunakan untuk bermanufer kapal aluminium juga lebih mudah. Akan tetapi, kata Agus, kapal aluminium ini tidak mampu di segala medang cuaca. Lain halnya dengan kapal yang terbuat dari baja atau besi yang mampu di segala medan cuaca. Walaupun, dari sisi kecepatan dan untuk bermanufer kapal besi atau baja memang kurang. Disamping pengadaan kapal dan dermaga, kami juga mengusulkan untuk disiapkan Pos jaga. Tempat ini nantinya akan digunakan petugas yang berjaga piket siaga kapal. Selama ini kita kalau piket di dalam kapal.  Kami sudah koordinasikan dengan otoritas pelabuhan, dalam hal ini adalah KSOP dan Pelindo tentang hal ini (pendirian Pos.red). "Memang kebetulan selama ini juga sudah ada master plan untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Termasuk pembangunan Pos siaga SAR ini. Oleh karena itu, kita tunggu saja nanti gongnya, dengan menunggu persetujuan dari anggota dewan," pungkasnya. (ris)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author
29 April 14:17 WIB