DROPING AIR MINERAL BAGI KORBAN TANAH LONGSOR


SEMARANG – Kantor SAR Semarang membantu pengiriman bantuan air minum mineral ke lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Sabtu (20/12/2014). Sedikitnya 5 ton air mineral diangkut menggunakan truk  dibawa ke lokasi bencana. Humas Coca Cola Semarang Ida Lukito mengaku senang bisa membantu korban bencana alam tersebut. Pihaknya juga berterimakasih kepada Basarnas, Kantor SAR Semarang yang bersedia mendampingi pengiriman bantuan air mineral tersebut.  Menurutnya bantuan ini diperuntukan warga yang menjadi korban bencana tanah longsor dan bagi TimSAR dan relawan yang melakukan pencarian korban hilang. Sebelum berangkat ke lokasi bencana, terlebih dahulu dilakukan seremoni pelepasan tim yang dilakukan oleh Ida Lukito, di halaman kawasan pabrik Coca Cola, Kabupaten Semarang, Sabtu sekitar pukul 13.00. Guyuran hujan gerimis tidak menyurutkan niat dan semangat tim pendamping yang terdiri 4 orang. Tim pendamping tersebut yaitu OHS Manajer Sri Hartanto Ketua SPSI Parwoko dan Yitno serta Aris Triyono, Humas Kantor SAR Semarang. Kendaraan yang ditumpangi oleh tim menggunakan Inova, sedangkan air mineral diangkut menggunakan truk, kedua kendaraan berjalan beriringan. Rute yang ditempuh  melalui Wonosobo – Banjarnegara, bukan  lewat Dieng – Batur. Pukul 20.00 kami sampai di pertigaan jalan raya Banjarnegara – Karangkobar.  Jalannya lebar, aspalnya juga halus. Hanya saja tidak ada penerangan jalan, mungkin karena listrik malam itu padam. Hanya Sebentar saja rombongan menunggu, truk sudah terlihat mendekati. Maka sejak itu Inova dan truk saling beriringan. Terkadang, ketika berada di tanjakan,  inova melaju agak kencang lalu usai tanjakan berhenti menunggu truk yang terseok-seok karena muatan yang berat. Tidak lama kebudian kami sampai di sebuah pertigaan dengan lampu penerangan yang sangat terang. Di samping kanan dan kiri jalan parkir beberapa mobil TNI, Polisi dan beberapa diantaranya ber-plat hitam. Beberapa petugas Tentara dan Polisi nampak berjaga ditemani beberapa warga sipil, tidak banyak. Hanya sekitar 5 sampai 10 orang saja. “Selamat malam  pak. Mohon  ijin saya dari Basarnas mengantar bantuan air mineral untuk masuk ke lokasi,”sambung saya. Sopir truk tidak yakin truknya mampu melintas di jalan itu. Ada tanjakan yang tajam persis di tikungan yang tajam, sehingga diputuskan untuk tidak melintasi di jalan tersebut. Akhirnya rombongan kembali putar arah dan kembali lagi ke pertigaan yang terdapat penjagaan aparat. Melewati jalur itu kami harus memutar dan jarak tempuhnya juga lebih jauh. Tepat sebelum tanjakan, di jembatan atas sungai, truk mogok disitu. Rupanya truk kehabisan bahan bakar. Ditengah sawah, kanan kiri badan jalan pas hanya untuk satu mobil saja. Tidak bisa untuk berpapasan sesama mobil. Untuk berpapasan salah satu mobil harus atret mencari bahu jalan yang agak lebar untuk berpapasan. Beruntung sudah ada bantuan personel relawan dan beberapa personbel Basarnas. Tidak lama berselang datang banyak lagi relawan untuk membantu. Termasuk mencarikan bahan bakar solar. Sebagian muatan juga harus dipindahkan ke truk lainnya untuk meringankan beban. Baru setelah itu truk sampai di Posko bantuan bencana, di Gedung Korpri Kecamaan Karangkobar. Bantuan diturunkan di dua tempat penampungan yakni di gedung Korpri dan kantor Kecamatan Karangkobar yang diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo. Entah jam berapa saat itu, entah berapa lama lagi untuk bisa sampai di Kota Banjarnegara. Hanya saja setelah mata saya terbangun kami sudah sampai di rumah makan. Berhenti untuk makan malam di jam 04.00 pagi.  “Luar biasa, banyak hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan kita ini,” tungkas Sri Hartanto. (ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
22 December 9:37 WIB