Dua Pelajar Asal Yogya DItemukan


BANYUMAS -  Suasana haru tampak ketika Pandu dan Koko tiba di Pos pendakian Gunung Slamet Bambangan, Purbalingga, Selasa (1/5/2012) malam. Nuning Ambarmirah, Ibu Pandu langsung memeluk dan mencium anak kesayangannya.{READMORE}

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya,dua pendaki Gunung Slamet asal SMA 9 Yogyakarta yang tersesat di Gunung Slamet, Pandu Yustisiawan (18) dan Koko Setyoko (18) akhirnya kembali bertemu keluarga, Selasa (1/5) 23.50 wib. Keduanya dapat dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dan sampai di pos pendakian Bambangan, Karangreja, Purbalingga setelah mereka tersesat dalam pendakiannya sejak Minggu (29/4) malam.

Koordinator Pos SAR Cilacap Tri Joko Priyono mengatakan mereka telah berhasil mencapai puncak, namun saat hendak turun mereka terjebak badai. Salah satu pendaki mengabarkan keluarganya melalui SMS bahwa ia tersesat dan kondisi kakinya tak dapat digerakkan serta kehabisan bekal. Keluarga pun menghubungi petugas pos pendakian Bambangan perihal kejadian yang dialami anaknya.

Selasa (1/5) pagi tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan SAR Purbalingga segera naik begitu mendapat informasi posisi keduanya. Sekitar pukul 14.00, kedua pendaki tersebut ditemukan di daerah Plawangan dengan ketinggian sekitar 3.000 mdpl.

Pencarian dilakukan dengan membagi menjadi tiga tim. Tim pertama berangkat pukul 10.00 pagi dan berhasil menemukan korban di Plawangan. Saat itu, puncak diguyur hujan dan badai sehingga jalur pendakian menjadi sulit untuk dilintasi. Tim sepakat turun bersama korban mengikuti aliran kali Soso, hingga delapan jam perjalanan untuk sampai di bawah.

Tim kedua yang berangkat pukul 12.00, dan sampai di Pos empat. Sedangkan tim ketiga berangkat pukul 18.00 menyusul dua tim yang sebelumnya sudah berangkat. Belum sampai ketiga tim bertemu, diputuskan semua tim untuk turun. Tim satu bersama Korban turun mengikuti sungai Soso. Tim ke dua yang berada di pos empat turun mengikuti jalur pendakian. Sedangkan tim tiga yang hendak nyusul kedua tim, di tengah perjalanan di perintahkan untuk “balik kanan” turun lagi. Hingga ketiga tim hanya sampai di Posko Pendakian Bambangan pukul 23.50, papar Joko.

“Proses evakuasi sempat berjalan tersendat karena datangnya badai, kondisi Pandu sakit di kedua kakinya, sedangkan Koko masih baik. Keduanya kemudian diserahkan orangtuanya untuk dibawa pulang ke asalnya, Yogyakarta" pungkas Joko.(ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
2 May 8:26 WIB