EMPAT PENDAKI GUNUNG MERAPI ASAL UGM BERHASIL DIEVAKUASI


BOYOLALI– Empat pendaki asal Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang sebelumnya dikabarkan kehabisan logistik, Sabtu (29/12) dinihari berhasil dievakuasi Basarnas dan Tim SAR gabungan dalam keadaan selamat. {READMORE}

Koordinator Pos SAR Yogyakarta Asbani mengatakan proses operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap empat mahasiswa Fakultas Ekonomi UGM ini selesai sekitar jam 03.00. Tim SAR gabungan berhasil menemukan keempat pendaki kemudian mengevakuasinya ke pos New Selo, Boyolali. Keempat pendaki tersebut adalah Seto, Chandra, Fatah dan Mario.

Berdasarkan informasi yang didapat dari keempat korban, mereka berangkat mendaki gunung Merapi Jum’at, 28/12, siang sekitar jam 12.00 dengan bermaksud mengisi liburan akhir tahun.  Mereka mengaku kehabisan logistik, sehingga kelaparan dan kedinginan. Merasa cemas, salah satu dari mereka kemudian berupaya meminta bantuan SAR.

Tim SAR gabungan terdiiri dari Basarnas Pos SAR Yogyakarta, BPBD Boyolali, SAR Boyolali, Polsek Selo, PMI Sleman, SARDA DIY, Komunitas Lereng Merapi (KLM), Bahameru, Mapala UGM dan Guruh Merapi   serta relawan kali pertama hasil mengevakuasi dua pendaki yang ngecem (singgah), yakni Seto dan Candra. Mereka berdua berhasil dievakuasi sekitar jam  00.00, tadi malam dalam keadaan selamat. Hanya saja keduanya tertalu letih karena kekurangan makanan.

Dua pendaki lainnya, lanjut Abani, yakni  Fatah dan Mario baru berhasil dievakuai  sekitar tiga jam berikutnya. Jam 03.00 keduanya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka ditemukan di sekitar Pos Watu Gajah. Kami, tim SAR gabungan mendapatkan informasi dari tim yang sebelumnya berangkat, bahwa ada satu pendaki yang cidera. Maka kami putuskanmengirimkan satu tim lagi membawa tandu dan perbekalan yang cukup.

Lebih lanjut Kepala Kantor SAR Semarang S.Riyadi,S.Sos,MM  berpesan kepada siapa saja yang hendak melakukan pendakian untuk mempersiapkan baik fisik maupun perbekalan sebaik mungkin. Bahan makanan dan minuman serta obat - obatan dipastikan cukup sampai akhir masa pendakian. Perlengkapan pribadi maupun tim seperti tenda, sleepingbag, dan peralatan pendukung lainyya juga disiapkan dengan matang.  Apalagi seperti saat sekarang ini sedang musim penghujan,  cuaca di atas gunung sering kali cepat berubah ekstrim, pungkasnya.(ris)

 

 



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
29 December 18:00 WIB