Hari ini, Basarnas Tangani 11 Musibah di Tanah Air


JAKARTA – Berbagai musibah, baik kecelakaan, bencana, dan kondisi membahayakan jiwa manusia memang unpredictable atau tidak dapat diprediksi sebelumnya. Karena itulah, masyarakat dihimbau untuk senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap situasi dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Gempa berskala 7,4 SR dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya Jumat (28/9/2018) silam atau persisnya 2 minggu yang lalu cukup menguras air mata. Tidak hanya bagi para korban dan kerabatnya, atau masyarakat Sulawesi Tengah saja, tetapi duka itu juga dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Semua berharap, bencana itu tidak terjadi lagi. Namun, kita semua juga tidak dapat memungkiri karena kondisi geografi negara kita memang rentan dan memiliki resiko atau konsekuensi yang tinggi terhadap bencana maupun musibah-musibah lainnya. Kota Palu dan sekitarnya harus bebenah. Pemerintah harus bekerja keras untuk recovery dengan menggerakan lagi denyut perekonomian yang lumpuh. Palu harus bangkit. Semua stakeholder harus terlibat agar semua permasalahan fundamental akibat bencana tersebut cepat teratasi. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau yang populer disebut Badan SAR Nasional (Basarnas) memang telah menarik kekuatan pendukung operasi SAR di Kota Palu, Jumat (12/10/2018). Ratusan personil dari Kantor Pusat, Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Gorontalo, Kendari, Manado, Makassar, Banjarmasin, dan Balikpapan kembali ke markasnya masing-masing. Tinggal personil dari Kantor SAR Palu dengan kekuatan 80 personil dan ratusan Potensi SAR atau relawannya yang standby untuk memantau perkembangan. Mereka tetap konsentrasi dan mencari serta mengevakuasi korban di kawasan terdampak. "Operasi SAR maksimum, dengan pengerahan kekuatan yang cukup besar dari Basarnas dan Potensi SAR baik dari unsur TNI-Polri, pemerintah pusat dan daerah, organisasi, serta indivindu, memang sudah dihentikan. Namun, tim SAR dari Kantor SAR Palu bersama-sama seluruh potensi SAR yang ada di Palu dan sekitarnya tetap siaga, tetap bekerja, dan tetap mencari dan mengevakuasi jika ada korban yang ditemukan," tegas Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi didampingi Direktur Operasi Brigjen TNI Bambang Suryoaji. Total personel yang terlibat dalam operasi SAR di Palu sampai tanggal 11 Oktober 2018 sebanyak 452 personil termasuk di dalamnya 247 personil dari Potensi SAR. Sedangkan jumlah korban yang berhasil dievakuasi tim SAR mencapai 921, dengan rincian dari 835 korban meninggal dunia dan 86 selamat. Tugas Basarnas tidak pernah berakhir. Data dari Basarnas Command Center (BCC) per hari ini, Jumat (12/10/2018) pukul 08.00 WIB, tercatat ada 11 file aktif operasi SAR, termasuk operasi gempa dan tsunami di Palu. Berikutnya adalah operasi SAR bencana banjir bandang di Padang. Tim SAR dari Kantor SAR Padang beroperasi di tiga titik kabupaten terdampak, masing-masing kawasan Kecamatan Jambak Kabupaten Pasaman Barat, Kecamatan Linto Buo Kabupaten Tanah Datar, dan Kecamatan Lakitan Tengah dan Lakitan Timur Kabupaten Pesisir Selatan. Basarnas melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Kantor SAR Natuna , saat juga tengah melaksanakan operasi SAR kapal puskesmas keliling yang tenggelam di Perairan Anambas. Kapal berpenumpang 11 orang, dimana 5 orang berhasil diselamatkan, 4 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan sisanya, 2 orang masih dalam pencarian. Selanjutnya operasi SAR jenis kondisi membahayakan manusia, saat ini juga dilaksanakan du 6 lokasi berbeda. Yang pertama di Surabaya, dimana 1 korban dilaporkan tenggelam di Sungai Antrukan, Keting, Jember. Yang kedua, operasi SAR mencari pemancing yang hilang di Sungai Kapuas, Pontianak. Yang ketiga, orang tenggelam di Pantai Keremek, Kabupaten Aceh Tamiang. Keempat, orang hilang di pantai Olilit Lama, Ambon. Yang kelima, orang hanyut di Sungai Rokan Pekanbaru. Dan yang keenam, orang hilang di Jorong Pinaga, Pasaman Barat, Padang. Basarnas tentu tidak bekerja sendiri. Basarnas selalu didukung oleh Potensi SAR, baik dari unsur TNI-Polri, pemerintah setempat, organisasi, instansi swasta, serta indivindu-indivindu yang memiliki kompetensi di bidang SAR. "Seberat apapun tugas ini, kami selalu bersinergi dengan potensi SAR yang ada, tetap solid, dan menhedepankan profesional dalam mengemban tugas kemanusiaan ini," pungkas Kabasarnas (*)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : dimas
12 October 10:55 WIB