KRI.AHMAD YANI SERAHKAH SERPIHAN AIRASIA KEPADA KNKT


SEMARANG -  Sejumlah serpihan yang diduga bagian dari pesawat Airasia QZ8501, Selasa (13/1) pagi diserahkan dari KRI.Ahmad Yani kepada KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) di Dermaga Samudera dua Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penyerahan dilakukan dengan penandatanganan berita acara oleh Kapten Kapal KRI.Ahmad Yani Letkol Muhammad Riza dan Investigator KNKT Khaerudin yang disaksikan Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono, Komandan Angkatan Laut Kolonel Laut (P) Elka Setyawan, Dandim 0733 BS/Semarang Letkol Inf Mohammad Taufiq Zega dan wakil Dirpolair Polda Jateng AKBP Budi Santoso serta Kepala KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Karolus Sangadji. Menurut Letkol Riza, meterial serpihan pesawat tersebut ditemukan oleh kapal  MV.Swift Rescue berbendera Singapura di selatan Pangkalanbun yang kami terima hari Minggu (11/1) pagi.  "Benda yang ditemukan ada empat  item yaitu tiga serpihan window panel frame, raft survival kit, satu Rescue Kit serta tiga tas yang diduga milik pramugari Airasia. Tiga item ditemukan ngumpul di satu lokasi di sekitar lima Mil selatan Pangkalanbun, sedangkan satu item lagi terpisah dari lainnya. Sekitar sepuluh Mil selatan Pangkalanbun," paparnya. Dalam tas Airasia warna hitam tersebut berisi Flight Attendant Training Certificate yang tertera nama Wanti Setiawati dan sejumlah benda pribadi. Dua tas lainnya masing masing merk Franzen warna abu abu juga berisi benda elektronik milik pribadi seperti Sony PSP, Kamera digital merk Samsung, HP Blacerry Onix dan kunci dengan gantungannya. Sedangkan satu tas lagi warna biru berisi satu set perlengkapan mandi.   Riza Menjelaskan, bahwa tugas  utama KRI. Ahmad yani bukan melakukan pencarian dan pertolongan atau operasi SAR, akan tetapi melakukan patroli keamanan laut di wilayah timur. "Kami mendapatkan tugas tambahan untuk membawa serpihan Airasia ke Semarang untuk kami serahkan kepada yang berwenang yakni KNKT dan Basarnas," imbuhnya.   Setelah menyerahkan benda - benda yang diduga serpihan Airasia tersebut, rencananya KRI.Ahmad Yani akan kembali berlayar untuk patroli ke wilayah timur, Rabu (14/1). Menurut pihak Airasia di Semarang Denny Cahyadi, benda benda yang sudah diterimaselanjutnya akan dikirim ke Surabaya untuk kepentingan penyelidikan. Menurutnya barang barang yang sudah ditemukan akan dikumpulkan, lalu barang barang yang diduga milik penumpang akan diserahkan kepada keluarganya. "Barang barang milik korban seperti ini nanti akan diserahkan kepada keluarganya," tungkasnya. Sementara itu Investigator KNKT Khaerudin mengatakan, untuk membaca blck box, jika kondisinya bagus KNKT bisa membacanya dengan cepat. Paling satu, dua hari bisa terbaca. Akan tetapi, yang lama itu adalah menganalisanya. "Kita diberi waktu duabelas bulan untuk melakukan analisa kecelakaan ini. Jadi serpihan - serpihan seperti ini akan kita kumpulkan sebagai pendukung untuk menganalisa kecelakaan ini," pungkasnya. (ris/fdi)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
14 January 9:14 WIB