LIPUTAN PROGRAM


SETELAH sukses dengan program "Dolanan Nyambi Sinau" Cakra Semarang TV kembali melakukan liputan program yakni "Ngonthel". Proses pengambilan gambar dilakukan selama satu hari, yakni Rabu (10/9) di dua tempat. Pagi, terlebih dahulu dilakukan di Kantor SAR Semarang, Jalan Bukit Barisan A.IV No.09 Perum Permata Puri, Ngaliyan kemudian dilanjutkan di Goa Kiskendo, Kendal. Menurut Produser Insyani Ruli, program "Ngonthel" ini sedikit berbeda dengan program lainnya. Lekwi, panggilan untuk Wito Presenter program ini memerankan masyarakat biasa. Pria paruh baya ini sukanya berkeliling dengan naik sepeda ontel. Maka kemudian programnya diberi nama "Ngonthel", papar Ruli. "Nah, suatu hari Lekwi jalan - jalan di daerah Ngaliyan, saat malintas di depan Kantor SAR dia tertarik untuk mampir. Dia tertarik untuk bisa menjadi relawan dan bergabung bersama petugas SAR saat melakukan pertolongan orang yang terkena musibah", imbuhnya. "Pemirsa, saiki aku lagi dolan neng daerah Ngaliyan. Aku saiki lagi neng ngarep Kantor Basarnas, Kantor SAR Semarang. Neng Jalan Bukit Barisan A.IV No.09 Perumahan Permata Puri, Ngaliyan. Rak-wis podo ngerti to Basarnas kui opo, nek urung ngerti ayo melu aku", kata Lekwi, Presenter dengan logat jawa medok. "Pak, saya ini kan masyarakat biasa. Boleh gak pak, kalau saya bergabung dengan Basarnas, menjadi relawan supaya bisa membantu Basarnas menolong korban-korban bencana", tanya Lekwi kepada Kepala kantor SAR Semarang, Agus Haryono. "Tentu saja boleh, malah kebetulan.  Hari ini kami mau ada latihan vertical rescue di tebing Guo Kiskendo, jadi sekalian kamu bisa ikut latihan. Karena, untuk bisa gabung dengan kami menjadi relawan itu syaratnya harus bisa keterampilan SAR. Nah, caranya ya dengan latihan seperti sekarang ini. Syarat lainnya untuk bisa menjadi relawan yaitu, sudah dewasa, sehat jasmani dan rohani. Sehingga dengan begitu jangan sampai ada SAR, kok di-SAR. Itu jangan sampai", tegas Agus. Koordinator latihan Whisnu Yugo Utama mengatakan, latihan kali ini disimulasikan Tim Rescue sedang mengevakuasi seorang warga yang mengalami musibah. Warga terpeleset saat sedang mencari rumput dan tersangkut di tebing. Evakuasi dilakukan dengan tekhnik lowering. Yakni, pertama - tama tim kami bagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama bertugas membuat sistem yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban turun ke bawah. Bagian kedua kami tugasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban. Sedangkan bagian yang ketiga adalah rescuer, atau penolong. Tugasnya membawa korban yang sudah mendapat pertolongan pertama, dibawa turun dengan tandu bsket menggunakan sistem yang sudah dipersiapkan, papar Whisnu saat memimpin brefing, sebelum latihan. Masih kata Whisnu, sebelum korban dibawa turun ada tiga rescuer yang turun. Pertama kali tugasnya membuka jalan, lalu disusul dua rescuer lagi tugasnya nanti sebagai takeliner. Kepada Lekwi, dipersilahkan untuk bisa membatu sesuai dengan interuksi kami. Yang jelas safety sebagai prioritas. Pastikan diri sendiri aman, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, helm dan ikatkan badan dengan anchore disekitarnya menggunakan webing. Selesai dievakuasi dari ketinggian, korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulan Basarnas untuk mendapatkan perawatan medis. Diakhir latihan, Kepala Kantor SAR Semarang yang turut menyaksikan latihan tersebut kemudian memberikan statemen penutup. Orang nomer satu di Kantor SAR Semarang tersebut mengimbau kepada masyarakat untuk bisa sama - sama peduli terhadap sesama. "Jika ada warga yang berkeinginan untuk bisa gabung dengan kami, menjadi relawan kami selalu terbuka menerimanya", ujarnya. "Lalu jika butuh bantuan kami, warga bisa menghubungi kontak kami ke nomer telpon 024-7629192. Gratis. Dalam memberikan bantuan SAR tidak dipungut biasa, alias gratis", pungkasnya. (ris)           LIPUTAN PROGRAM "NGONTHEL" CAKRA SEMARANG TV SETELAH sukses dengan program "Dolanan Nyambi Sinau" Cakra Semarang TV kembali melakukan liputan program yakni "Ngonthel". Proses pengambilan gambar dilakukan selama satu hari, yakni Rabu (10/9) di dua tempat. Pagi, terlebih dahulu dilakukan di Kantor SAR Semarang, Jalan Bukit Barisan A.IV No.09 Perum Permata Puri, Ngaliyan kemudian dilanjutkan di Goa Kiskendo, Kendal. Menurut Produser Insyani Ruli, program "Ngonthel" ini sedikit berbeda dengan program lainnya. Lekwi, panggilan untuk  Wito Presenter program ini memerankan masyarakat biasa. Pria paruhbaya ini sukanya berkeliling dengan naik sepeda ontel. Maka kemudian programnya diberi nama "Ngonthel", papar Ruli. "Nah, suatu hari Lekwi jalan - jalan di daerah Ngaliyan, saat malintas di depan Kantor SAR dia tertarik untuk mampir. Dia tertarik untuk bisa menjadi relawan dan bergabung bersama petugas SAR saat melakukan pertolongan orang yang terkena musibah", imbuhnya. "Pemirsa, saiki aku lagi dolan neng daerah Ngaliyan. Aku saiki lagi neng ngarep Kantor Basarnas, Kantor SAR Semarang. Neng Jalan Bukit Barisan A.IV No.09 Perumahan Permata Puri, Ngaliyan. Rak-wis podo ngerti to Basarnas kui opo, nek urung ngerti ayo melu aku", kata Lekwi, Presenter dengan logat jawa medok. "Pak, saya ini kan masyarakat biasa. Boleh gak pak, kalau saya bergabung dengan Basarnas, menjadi relawan supaya bisa membantu Basarnas menolong korban-korban bencana", tanya Lekwi kepada Kepala kantor SAR Semarang, Agus Haryono. "Tentu saja boleh, malah kebetulan.  Hari ini kami mau ada latihan vertical rescue di tebing Guo Kiskendo, jadi sekalian kamu bisa ikut latihan. Karena, untuk bisa gabung dengan kami menjadi relawan itu syaratnya harus bisa keterampilan SAR. Nah, caranya ya dengan latihan seperti sekarang ini. Syarat lainnya untuk bisa menjadi relawan yaitu, sudah dewasa, sehat jasmani dan rohani. Sehingga dengan begitu jangan sampai ada SAR, kok di-SAR. Itu jangan sampai", tegas Agus. Koordinator latihan Whisnu Yugo Utama mengatakan, latihan kali ini disimulasikan Tim Rescue sedang mengevakuasi seorang warga yang mengalami musibah. Warga terpeleset saat sedang mencari rumput dan tersangkut di tebing. Evakuasi dilakukan dengan tekhnik lowering. Yakni, pertama - tama tim kami bagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama bertugas membuat sistem yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban turun ke bawah. Bagian kedua kami tugasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban. Sedangkan bagian yang ketiga adalah rescuer, atau penolong. Tugasnya membawa korban yang sudah mendapat pertolongan pertama, dibawa turun dengan tandu bsket menggunakan sistem yang sudah dipersiapkan, papar Whisnu saat memimpin brefing, sebelum latihan. Masih kata Whisnu, sebelum korban dibawa turun ada tiga rescuer yang turun. Pertama kali tugasnya membuka jalan, lalu disusul dua rescuer lagi tugasnya nanti sebagai takeliner. Kepada Lekwi, dipersilahkan untuk bisa membatu sesuai dengan interuksi kami. Yang jelas safety sebagai prioritas. Pastikan diri sendiri aman, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, helm dan ikatkan badan dengan anchore disekitarnya menggunakan webing. Selesai dievakuasi dari ketinggian, korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulan Basarnas untuk mendapatkan perawatan medis. Diakhir latihan, Kepala Kantor SAR Semarang yang turut menyaksikan latihan tersebut kemudian memberikan statemen penutup. Orang nomer satu di Kantor SAR Semarang tersebut mengimbau kepada masyarakat untuk bisa sama - sama peduli terhadap sesama. "Jika ada warga yang berkeinginan untuk bisa gabung dengan kami, menjadi relawan kami selalu terbuka menerimanya", ujarnya. "Lalu jika butuh bantuan kami, warga bisa menghubungi kontak kami ke nomer telpon 024-7629192. Gratis. Dalam memberikan bantuan SAR tidak dipungut biasa, alias gratis", pungkasnya. (ris)        



Kategori Agenda Pusat .
Pengunggah : author