OPERASI SAR DITUTUP, MBAH DALIYEM DI MANA KAU BERADA?


LENYAP bak ditelan bumi. Inilah ungkapan yang disampaikan Tim SAR yang ikut terlibat dalam pencarian ibu Daliyem (54) warga desa Blumbang RT 01 RW 01 kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Nenek satu anak ini dikabarkan hilang sejak Kamis (17/05) sore saat mencari rumput pakan ternak di lereng gunung Lawu, sekitar satu kilometer dari rumahnya.{READMORE}

 

Satu kilometer (dalam bayangan) mungkin jarak yang dekat. Namun tidak mudah mencapai lokasi tempat ngrumput istri Loso (74) ini. Pasalnya kita harus menuruni jalan setapak di  lembah berkedalaman sekitar tujuhpuluh meter dan menaiki bukit setinggi sekitar seratus meter dengan jalan yang berliku.

 

Daliyem dikabarkan hilang setelah dicari oleh Loso, suaminya, dan Suwandi, anaknya jam 15.00 wib. Namun hanya sabit, rumput, sandal dan gendongan saja yang ditemukannya. Dicari kesana-kemari gak ketemu, akhirnya saya melaporkan kejadian ini kepada tetangga dan aparat desa. Kata Suwandi.

 

Tim SAR gabungan yang terdiri Basarnas – Kantor SAR Semarang, SAR karanganyar, AGL (Anak Gunung Lawu), BPBD Karanganyar, SARDA Jateng, SAR UNS, Tagana, warga dan sejumlah relawan all-out melakukan pencarian. Tidak percaya, sulit diterima kenyataan tidak ditemukannya ibu Daliyem, karena semua sisi, berbagai sudut sudah disisir oleh tim SAR dan warga.

 

Yang tidak masuk akal lagi, Ibu Daliyem ini kondisinya gak 100 persen fit. Kesehatannya terganggu. Fisiknya lemah. Untuk menggenggam rumput saja, tangan kirinya tidak mampu. Untuk jalan saja kakinya gak bisa berjalan dengan cepat dan tegap. Rasanya gak mungkin kalau ibu daliyem ini mampu naik ke puncak gunung lawu. Jalan setapaknya sulit. Banyak jurang dan banyak tebing blank. Papar Basuki, Koordinator pencarian dari Kantor SAR semarang  ini.

 

Penyapuan, lanjut Basuki, sebelum Tim SAR datang sudah dilakukan oleh warga. Tim SAR mendirikan posko baru sehari kemudian, yakni Jum’at (18/05). Sekitar seratus  personel dari berbgai organisasi tergabung di Posko yang didirikan di rumah ketua RT 01 ini.

 

Area pencarian tidak luas. Hanya enam karvak atau enam kilometer persegi (dalam peta skala 1:25.000). Pencarian dilakukan dengan berjajar.  Berjalan dari atas, turun ke lembah, mengitari tempat dimana ditemukannya barang bukti. Selama empat hari Tim SAR  dan warga ngubeg-ngubeg tempat tersebut. Bisa dibilang, tak sejengkal tanah pun tidak luput dari penyapuan tim SAR, kata Kapolsek Tawangmangu, AKP Suwardi saat menutup operasi pencarian, Senin (21/05) sore dihadapan aparat desa, kecamatan, koramil, Tim SAR, warga dan keluarga korban.

 

Bau busuk yang menyengat juga pernah tercium oleh tim SAR di ketinggian sekitar 1.700 mdpl, Minggu (20/05) sore. Tim SAR pun memutuskan keesokan harinya memfokuskan pencarian di tempat bau menyengat tersebut. Kondisi medannya dipinggir jalan setapak, lebar kira kira setangah meter. Sampingnya jurang sedalam lebih dari limapuluh meter. Bebatuan, rumput setinggi perut orang dewasa dengan kemiringan hampir tegak turus, kata Rindang. Anggota Kantor SAR Semarang yang ikut turun ke jurang tersebut.

 

Entah dari mana bau busuk itu datang. Yang jelas, tim SAR dan warga sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan pencarian dan tidak membuahkan hasil. Korban, Ibu Daliyem, nenek limapuluh empat tahun itu tidak ditemukan. (ris)

 



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
21 May 20:29 WIB