RAPAT KESIAPSIAGAAN ERUPSI GUNUNG SLAMET


BANYUMAS - Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Semarang Waluyo Raharjo mengikuti rapat koordinasi dukungan operasional kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Slamet, Selasa (26/8), di Bakorwil III Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menurut Waluyo, Badan SAR Nasional, Kantor SAR Semarang mempunyai empat Pos SAR, yang terdekat dengan wilayah terdampak Gunung Slamet ini adalah Pos SAR Cilacap. "Kita punya Pos Cilacap, Siap sewaktu - waktu jika diperlukan. Sementara  jika masih butuh personel lagi, maka Pos SAR yang ada di wilayah lain dan Kantor SAR Semarang juga siap untuk mengbackup. Baik dari personel maupun peratalannya. Rapat dipimpin oleh Kalahar BPBD Propinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Edison dan Deputi Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Medi Herlianto serta dihadisi oleh Kementrian/Lembaga (KL) dan unsur - unsur terkait lainnya. Menurut Sarwa, dirinya meminta masyarakat di lima Kabupaten yang terdampak yakni Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes tidak menyepelekan kondisi Gunung Slamet yang selama ini hanya mengeluarkan letusan strombolian dan tidak eksplosif. Menurut dia, masyarakat harus dilatih untuk sensitif dan belajar dari kondisi Gunung Sinabung yang tidak pernah meletus selama ratusan tahun. "Namun kenyataannya sekarang Sinabung erupsi tak henti - henti, bahkan memakan korban. Gunung Sinabung selama ratusan tahun tidak pernah meletus, namun akhirnya kejadian juga (meletus). Meskipun demikian, kami berharap itu tidak terjadi dengan Gunung Slamet," paparnya. Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Sudrajat mengharapkan masyarakat di sekitar Gunung Slamet tetap waspada meskipun selama ini letusan Gunung Slamet bersifat strombolian dan tidak eksplosif. "Yang namanya alam, tidak pernah ada yang tahu. Kami hanya bisa memberikan informasi berdasarkan data-data yang ada selama ini," katanya. Menurut dia, lontaran lava pijar Gunung Slamet yang terjauh saat ini mencapai 1,5 kilometer dan letusan abu tertinggi 1 kilometer. Selain itu, kata dia, material yang dilontarkan Gunung Slamet selama status "Waspada" dan "Siaga" masih menumpuk di kawah karena kawahnya cukup luas dengan diameter mencapai 300 meter. Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, pada hari Selasa (26/8), pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 26 kali sinar api pijar setinggi 50-200 meter dan 12 kali lontaran lava pijar setinggi 100-250 meter serta terdengar dua kali suara dentuman dan enam kali suara gemuruh, sedangkan dari sisi kegempaan terekam 13 kali gempa letusan dan 182 kali gempa embusan. Sementara pada pukul 06.00-12.00 WIB, teramati embusan asap putih tebal setinggi 50-150 meter, sedangkan kegempaan terekam 18 kali gempa letusan dan 204 kali gempa embusan, sehingga status Gunung Slamet tetap "Siaga". (ris)  



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author
27 August 13:19 WIB