SAR DAERAH JATENG   Salah satu organisasi SAR yang telah cukup lama berkecimpung di dunia kemanusiaan di Jawa Tengah adalah SAR Daerah Jawa Tengah atau SARDA Jateng. Didirikan pada tahun 2000 atau tepatnya 20 Agustus 2000, SARDA Jateng kini resmi disahkan menjadi Organisasi Sosial Independen dengan Akta Notaris Joko Sutanto, SH. nomor 3 tanggal 9 April 2011.   Perjalanan menjadi Organisasi resmi yang berketetapan hukum bagi SARDA Jateng cukup panjang. Awalnya SARDA Jateng berdiri hanya beranggotakan 5 personil dan melekat pada tupoksi Kantor Wilayah Perhubungan dan Telekomunikasi Provinsi Jawa Tengah. Tugas, pokok dan fungsi adalah melaksanakan Operasi SAR pada musibah/kecelakaan perhubungan darat, laut dan udara. Kehadiran SARDA Jateng tidak akan lepas dari sosok legenda bagi anggotanya, yaitu Eko Prayitno atau lebih dikenal dengan nama Mbah Eko. Mbah Eko yang kini telah berusia 63 tahun dulunya adalah pegawai di lingkungan Kanwil Perhubungan. Beliau adalah sosok yang membidani lahirnya SARDA Jateng di tahun 2000 yang saat itu hanya beranggotakan cleaning service, security bahkan pesuruh yang ada di Kanwil Perhubungan dan Telekomunikasi sebelum menjadi Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi. Menurut Mbah Eko, Perkembangan selanjutnya, dibawah kepemimpinan Abdul Rochim  yang menjabat sebagai Kepala Dishubtel Provinsi Jawa Tengah tahun 2002, SARDA Jateng makin berkembang dan pada tanggal 25 Agustus 2002 resmi menjadi bidang tersendiri dibawah eselon III. Pelayanan Operasi SAR pun tidak hanya pada musibah/kecelakaan perhubungan darat, laut dan udara, namun juga membantu Pemerintah Daerah Provinsi / Kabupaten / Kota ( Satkorlak/Satlak ) dalam Penanganan Darurat Bencana dan anggota SARDA Jateng terus bertambah dari berbagai kalangan baik itu mahasiswa maupun masyarakat umum.   Namun dengan adanya UU No. 24 Th. 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Perda No. 10 Th. 2008 SOTK Pemprov. Jateng, pelayanan Penanganan Darurat Bencana kini ada di BPBD Provinsi Jawa Tengah. Maka SAR Daerah Jawa Tengah sejak itu bergerak secara independen dan akhirnya di tahun 2011 disahkan menjadi Organisasi Sosial Independen. Karena Independen maka SARDA Jateng berusaha untuk melengkapi peralatan mereka secara swadaya. Dan kini SARDA Jateng telah memiliki beragam peralatan SAR Seperti kendaraan taktis, perahu karet beserta mopel, pelampung, peralatan selam dan peralatan lainnya yang dipeoleh secara mandiri dan hibah.   Kiprah dan kerjasama SARDA Jateng dengan Basarnas Kantor SAR Semarang sudah tak terhitung jumlahnya. Semenjak hadirnya Basarnas Kantor SAR Semarang di tahun 1999, di era Ave Sumanto yang menjadi Kepala Kantor SAR hingga kini Agus Haryono,  berbagai pelatihan, dan pelaksanaan operasi SAR sering dilakukan oleh kedua belah pihak secara terpadu. Dan tanpa sungkan Mbah Eko menganggap dibawah kepemimpinan Agus Haryono, kerjasama SARDA Jateng sebagai Potensi SAR dengan Kantor SAR Semarang semakin bertambah solid dan intens. (za)    



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
29 October 18:16 WIB