SERIBU RELAWAN MENGIKUTI JAMBORE POTENSI SAR DI SURAKARTA


Surakarta - sebanyak 1560 personil dari 160 organisasi potensi SAR se Solo Raya mengikuti Jambore Potensi SAR yang diselenggarakan atas kerjasama Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang dengan Potensi SAR Solo Raya. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari (30-31 Januari 2016) tersebut bertempat di Basarnas Pos SAR Surakarta.

Jambore SAR dibuka secara langsung oleh Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI F.H. Bambang Soelistyo, S.Sos. Apel siaga Jambore SAR diikuti oleh perwakilan dari unsur TNI\Polri, BPBD, instansi terkait dan organisasi relawan di eks Karesidenan Surakarta serta perwakilan organisasi relawan Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala Basarnas mengungkapkan ada 4 komponen utama dalam keberhasilan operasi SAR, yaitu Basarnas sendiri yang menjadi tupoksinya, TNI/Polri, BPBD/BNPB serta relawan atau potensi SAR.

"Empat komponen besar harus hadir didaerah, membantu pimpinan daerah untuk meyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan yang ada di daerah" harap Soelistyo saat memberikan sambutan. "Bangun semangat, bangun kebersamaan, bangun kegotong royongan, hadirkan satu leadership dilapangan, maka rakyat akan tenang melihat itu", lanjut Ka.Basarnas saat memberikan semangat kepada semua peserta apel yang hadir.

Kegiatan dalam Jambore Potensi SAR itu sendiri berupa workshop dan SAR challenge. Untuk workshop, materi yang disampaikan antara lain Manajemen posko tanggap darurat yang disampaikan oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah, trauma healing oleh psikolog UMS Surakarta, manajemen dapur umum oleh dinas sosial, manajemen posko kesehatan oleh dinas kesehatan dan manajemen SAR yang disampaikan pemateri dari Basarnas. Sedangkan SAR challenge yang merupakan perlombaan antar potensi SAR se solo raya meliputi Water rescue, individual skill dan High Angle Rescue Technique (HART).  SAR challenge sendiri diselenggarakan di tower rappling Pos SAR Surakarta dan waduk Cengklik Boyolali.

Perlombaan SAR challenge berjalan cukup seru dan antusiasme pesertapun cukup tinggi. Para pendukung dari 17 peserta challenge tersebut terus memberikan semangat saat tim mereka berlomba.

Setelah 2 hari perlombaan berlangsung, berdasarkan penilaian juri, akhirnya diputuskan yang menjadi juara umum dalam SAR challenge se Solo Raya adalah relawan dari SAR Wonogiri yang berhasil mengungguli SAR Anak Gunung Lawu  (AGL) dalam perolehan juara.

Adapun yang menjadi juara dalam SAR challenge tiap-tiap perlombaannya antara lain untuk HART, urutan juara 1 sampai 3 adalah SAR AGL, SAR wonogiri dan SAR karanganyar. Skill individu, Malimpa UMS, Pramuka UNS dan SAR karanganyar. Sedangkan Water rescue SAR wonogiri, SAR Himalawu, serta Senkom mitra Polri.

Kepala Basarnas kantor SAR Semarang, Agus Haryono dalam upacara penutupan mengungkapkan dengan adanya kegiatan jambore diharapkan disamping mengasah keterampilan, juga dapat lebih mempererat tali silaturrahmi dan lebih meningkatkan koordinasi serta konsolidasi baik antara Basarnas kantor SAR Semarang dengan Potensi SAR se Solo Raya, maupun antar potensi SAR se Solo Raya.

"Selesai jambore SAR ini, bukan berarti tugas kita sudah selesai. Namun justru ini adalah awal dari tugas berat sebenarnya yang menanti didepan kita semua" ujar Agus. "Kita memang tidak mengharapkan terjadinya musibah, tetapi kita harus dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan apabila musibah itu terjadi"pungkas Agus dalam sambutannya. (za)  



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author