TANAH LONGSOR KUDUS 12 ORANG TEWAS


KUDUS - Dua Belas orang tertimbun tanah longsor di dusun Kambangan, Desa Menawan Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Selasa (21/1) sekitar pukul 00.00 WIB.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan, dari total 12 korban yang tertimbun tanah longsor 11 diantaranya ditemukan tewas, sedangkan satu ditemukan masih hidup. Korban hidup diketahui bernama Karmuji (50), akan tetapi dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit. Karmuji ditemukan bersamaan dengan ditemukan satu korban lainnya yakni, Sulasmi (50). Keduanya sama – sama tertimbun tanah dan reruntuhan rumah, Rabu (22/10 pagi. Sulasmi yang ditemukan tak bernyawa, kemudian  langsung dimakamkan oleh kerabatnya. Jumat (24/1) tim SAR menemukan enam korban yakni, Asrori (47), Kusmiyati (43), Ulfa (12) warga RT 04 RW 06, tiga korban lainnya yang ditemukan pada hari Jumat yaitu Istiqomah (45), Ismayati (38) dan Iwan (9) warga RT 3 RW 6. Sabtu  (25/1) siang tim SAR gabungan kembali menemukan satu orang korban. Kali ini korban atas nama Suwodo (55) warga RT 02 RW 06 ditemukan di saluran air,  sekitar 100 meter dari rumahnya. Upaya tim SAR gabungan pada Minggu (26/1) membuahkan hasil. Mursidi (45) dan Rukmi (75) ditemukan tewas tertimbun tanah sedalam tiga meter. Keduanya ditemukan  dalam keadaan Meninggal dunia. “Kami membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengevakuasi korban yang tertimbun sedalam tiga meter di dalam tanah. Kedua korban berhasil ditemukan setelah tim SAR mencium bau busuk di sekitar rumah korban. Lalu tim SAR menggali menggunakan cangkul di sumber bau tak sedap tersebut. Setelah menggali sedalam tiga meter korban baru bisa dievakuasi," paparnya Agus. Kerja keras yang dilakukan oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Masrikah (50) atau Srikah, korban ke-12 tanah longsor di Dusun Kambangan Desa Menawan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus,berhasil ditemukan Senin (27/1) pukul 13.50 siang. Dengan ditemukan korban ini berarti 12 korban tanah longsor berhasil ditemukan semuanya. Masrikah berhasil ditemukan setelah Tim SAR gabungan setelah mendapatkan informasi dari sang anak, Jumiati (26) yang menunjukan dimana posisi ibunya terakhir ketika kejadian longsor itu terjadi, pada Selasa (21/1) pukul 00.00 dini hari. Saat ditemukan korban berada tepat di dalam kamar tidurnya dan tertimbun tanah sedalam dua meter. Diduga ketika terjadi longsor korban masih tertidur, mengingat kondisi tubuh korban masih mengenakan selimut tidur. Lebih Lanjut dirinya mengaku pencarian terkendala kondisi tanah yang labil serta terbatasnya peralatan evakuasi. Pencarian dilakukan dengan manual, menggunakan alat seadanya karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi. Tim SAR hanya menggunakan cangkul, skop dan linggis dibantu dengan menyemprotkan air menggunakan pipa kecil yang disalurkan dari sumber air di atas desa tersebut.

Dengan ditemukannya seluruh korban tanah longsor ini, maka operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dinyatakan ditutup. Adapun tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas,  Arhanud Semarang, ,Bpbd Kudus, Kodim Kudus, Koramil Gebog, Polsek Gebog, SAR Kudus, AGL (Anak Gunung Lawu), Tagana dan warga sekitar. (ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
28 January 16:30 WIB