TIGA MAHASISWA AKPER TEMANGGUNGTERSERET SUNGAI GALEH


Temanggung - Tiga mahasiswa Akademi Perawatan (Akper) Ngesti Waluyo Parakan, Kabupaten Temanggung terseret arus Sungai Galeh saat sedang memancing, Sabtu (12/4) pukul 13.30. Dua diantaranya selamat, namun satu orang lainnya dinyatakan Hilang.Ketiganya adalah Arnaldo (19), asal Lampung, Dimas (21), asal Lumajang, dan Enrico (24) asal Situbondo. Arnaldo dan Dimas berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggiran. Sedangkan Enrico hanyut terbawa arus sungai.Dari Penuturan Teman korban Arnaldo kepada pihak Basarnas mengatakan, ketika itu, ia bersama Dimas dan Enrico sedang memancing disungai sekitar pukul 13.00 WIB. Tanpa disadari tiba-tiba banjir bandang begitu besar datang hingga mengakibatkan mereka semua terseret derasnya arus sungai. Hardi Amanurijal Personil Basarnas Semarang mengatakan, hingga kini Basarnas dan Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan menyisir sungai Galeh sepanjang 5 km menggunakan lima perahu karet jenis rafting " pencarian hari ini kita fokuskan dari Desa Dumpil Candi mulyo kecamatan Kedu sampai Ds Badran Kecamatan Kranggan. Dirinya juga menambahkan bahwa Tim SAR sudah memberitahukan informasi kepada warga sekitar yang berada di pinggiran sungai yg melihat tanda-tanda korban untuk segera melaporkan ke Posko SAR Gabungan di Parakan. Keesokan harinya Tim SAR perluas pencarian mahasiswa hanyut di Temanggung sampai Magelang, karena korban belum juga ditemukan, padahal Tim SAR dibantu warga telah berupaya menyisir sungai Galeh hingga sampai sungai Progo Kabupaten Magelang. Hardi Amanurijal Personil Basarnas Semarang mengatakan, hingga kemarin Basarnas beserta Tim SAR gabungan sudah berupaya semaksimal mungkin dengan menyisiri lokasi kejadian awal hingga sampai DAM Selis kurang lebih berjarak 15-20 km dengan tim pencari berjumlah 200 orang yang dibagi dalam Empat kelompok dengan menggunakan 4 Unit perahu rafting. Disela-sela lain Tim lainnya juga melakukan pencarian menyusuri sepanjang aliran sungai Galeh. Lebih Lanjut Hardi Juga Menambahkan kondisi sungai yang berbatuan dan berwarna coklat pekat serta banyaknya pusaran arus sungai dalam sangat menyulitkan Tim SAR ketika melakukan pencarian. Sementara hari ini Basarnas dan Tim SAR gabungan sudah memperluas pencarian hingga Kabupaten Magelang,dengan memulai pencarian dari daerah Babrik kecamatan tempuran sampai Desa Brojonalan Kecamatan Borobudur.(fdi)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
21 April 10:23 WIB