TELP (024) 7629192 FAX (024) 7629189 EMAIL : sar_semarang@yahoo.co.id


Goku ditemukan tim SAR gabungan menjelang malam


Semarang - Nahas menimpa seorang anak asal Kota Semarang, Jawa Tengah pada jumat (8/1/2021) sore. Ia terjatuh dan terseret derasnya air yang membanjiri jalan depan rumahnya kala bermain air dibawah derasnya hujan turun. Korban Sempat berhasil ditolong warga, namun korban kembali terlepas dan terseret ke saluran air yang berada di sebelah jalan. Bocah usia tujuh tahun tersebut akhirnya ditemukan meninggal dunia. 

Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya mengungkapkan korban beridentitas Goku Asta Irendra, warga Borobudur Timur I, RT 1 RW 9, Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat.  

"Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan setelah terseret derasnya arus sungai," kata dia.

Informasi yang didapat Basarnas menyebutkan sore tadi, sekitar pukul 16.30 WIB, korban Goku diketahui bermain di sekitar aliran sungai tak jauh dari permukimannya di Borobudur. Ia main dengan tujuh teman sebayanya.

Apes, dua dari delapan anak tersebut, yakni Goku dan Abi Tegar Maulana, 6 tahun, juga warga Borobudur Timur I, terpeleset dan jatuh ke sungai. Kondisi arus sungai sendiri saat itu sedang deras lantaran turun hujan. 

Mengetahui ada yang terseret arus sungai, salah satu anak, Tama berteriak minta tolong ke warga bernama Galang Maulana. Galang bergegas masuk ke air guna menolong dua korban yang sudah terseret hingga 100 meter. 

Upaya ini berhasil. Galang berhasil menggamit dua korban dan berupaya membawa ke pinggir. Namun malang, pegangan Goku di tangan kirinya terlepas. Bocah tersebut kembali terseret derasnya arus sungai. Sementara Abi berhasil diangkat ke pinggir sungai. 

Upaya pencarian langsung digelar warga. Relawan dan tim SAR gabungan, termasuk dari tim rescue Basarnas Semarang juga berdatangan untuk membantu upaya pencarian. 

Pencarian yang dilakukan dengan menyusuri alur sungai akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan tubuh Goku dalam kondisi sudah meninggal dunia, terseret cukup jauh dari lokasi awal ia terjatuh. 

"Ditemukan tim SAR gabungan dan warga sekitar pukul 17.54 WIB, berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian. Lokasi penemuannya di aliran sungai di kawasan Perumahan Penerbad, dekat dengan Sungai Slandak," ucap dia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. 

"Kami imbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi putra-putrinya saat bermain," pungkas Yahya.



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : semarangadmin
8 January 19:10 WIB