TELP (024) 7629192 FAX (024) 7629189 EMAIL : sar_semarang@yahoo.co.id


Kaleidoskop tahun 2020, masa pendemi Basarnas Semarang tetap siaga 24 jam


Tahun 2020 adalah tahun yang cukup kelam bagi Indonesia bahkan internasional, karena di awal tahun 2020, virus korona atau Covid-19 mewabah hampir di seluruh dunia dan telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO. Dan untuk meminimalkan penyebarannya, seluruh negara telah menetapkan pembatasan yang ketat bagi warganya, tak terkecuali Indonesia. 

Namun, meskipun telah dibatasi ruang geraknya oleh pemerintah, tetap saja banyak masyarakat yang melakukan aktivitas di luar dengan mengabaikan keselamatan. Khususnya di wilayah sebagian Jawa Tengah, Basarnas Semarang telah banyak melakukan kegiatan operasi SAR.

Tercatat sepanjang tahun 2020, Basarnas Semarang beserta tim SAR gabungan telah menangani operasi SAR  sebanyak 132 kejadian baik itu kecelakaan pelayaran, kecelakaan penerbangan, bencana alam, kondisi membahayakan manusia (KMM) maupun kecelakaan dengan penanganan khusus (KPK). Adapun korban yang ada sebanyak 522 jiwa dengan rincian sebanyak 391 selamat, 121 meninggal dunia dan 10 orang dinyatakan hilang.

Dari 132 kejadian, sebanyak 102 kejadian atau 77,28% nya adalah kejadian KMM, dimana kecelakaan atau laka air mendominasi, disusul korban tercebur sumur. Kejadian Laka air baik itu orang hanyut atau tenggelam sebanyak 76 kejadian dengan rincian korban jiwa mencapai 71 orang yang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, 232 selamat serta 3 dinyatakan hilang.

Sebenarnya bila di bandingkan dengan tahun 2019, ada penurunan jumlah kejadian yang ditangani, yakni dari 147 kejadian di tahun 2019, turun menjadi 132 kejadian. Namun, hal itu tak lepas dari pisahnya wilayah kerja Cilacap dari Basarnas Semarang. Semenjak tahun 2020 awal, Pos SAR Cilacap yang selama ini menjadi UPT-nya Basarnas Semarang, telah menjadi kantor sendiri, sehingga tentu saja jumlah wilayah yang ditangani Basarnas Semarang menjadi lebih sedikit. 

Namun, meskipun jumlah kejadian menurun, ternyata jumlah korban jiwa meninggal mengalami peningkatan. bila di tahun 2019 korban jiwa meninggal sebanyak 110 jiwa, di tahun 2020 ini korban meninggal menjadi 121 orang. Dari 121 yang meninggal dunia, laka air menyumbang 71 korban jiwa atau sebesar 58,67% atau separuh lebih dari seluruh korban meninggal.

Besarnya angka korban laka air membuktikan masih rendahnya kesadaran masyarakat akan menjaga keselamatan diri saat melakukan aktivitas di perairan meskipun masa pandemi Covid-19 belum berakhir. 

"Kesadaran masyarakat yang mengabaikan keselamatan diri menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka kematian akibat kecelakaan di perairan" terang Nur Yahya, Kepala Basarnas Semarang.

"untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat, selalu waspada saat melakukan aktivitas di perairan, lihat kondisi, bila tidak memungkinkan, jangan dulu beraktivitas di perairan, apalagi masa bulan Desember hingga Februari tahun 2021 musim hujan di prediksi belum berakhir" harap Yahya.

Memasuki tahun 2021 ini, Basarnas tetap waspada dan siaga 24 jam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi musim hujan belum berakhir. semua peralatan yang mendukung operasi SAR selalu siap untuk dipergunakan.

"kami mensiagakan personil yang terlatih selama 24 jam penuh tiap hari untuk melakukan operasi SAR apabila terjadi kejadian yang membutuhkan penanganan SAR. Dan apabila masyarakat membutuhkan jasa SAR, dapat menghubungi kami di 024-7629192 atau di 024-115. Pelayanan jasa operasi SAR yang kami berikan gratis" pungkas Yahya.



Kategori General Artikel .
Pengunggah : semarangadmin
31 December 10:20 WIB