TELP (024) 7629192 FAX (024) 7629189 EMAIL : sar_semarang@yahoo.co.id


Kapal Bocor, 17 ABK Tak Mau Dievakuasi


Semarang – Sebuah Kapal berjuluk KM.Sejahtera Mandiri mengalami bocor dan mati mesin di koordinat 06 53’ 62” S – 110 24’ 63” E, sekitar 3 mil dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Rabu (11/1/2011).

Menurut Kepala Kantor SAR Semarang S.Riyadi.S.Sos,MM, Kapal milik Fredy asal Surabaya tujuan Padang ini membawa muatan pasir besi dengan 17 ABK.

Pihak Basarnas sudah berusaha melakukan evakuasi kepada 17 ABK tersebut, namun demikian mereka tidak mau, pilih mempertahankan kapal mereka, ujar Riyadi.

Sekitar jam 20.00 tadi (red.Rabu 11/10,malam) kami bersama ADPEL dan Kapal Pandu Bima berangkat ke lokasi.  Lokasi sekitar 3 mil dari pelabuhan, ombak sangat besar.  Kondisi terakhir kapal saat itu sudah tergenang sekitar 1,5 meter, kondisi yang sangat mengkawatirkan, sangat membahayakan. 

Usaha untuk mengevakuasi gagal, sesampainya di dermaga kami mengadakan koordinasi dengan ADPEL dan Syahbandar Pelabuhan Tanjung Emas. Hasilnya, ternyata pihak KM.Sejahtera mandiri meminta bantuan pinjaman pompa air. Maka dinihari itu juga, Basarnas dan ADPEL kembali berangkat menggunakan Kapal Pandu Bhrama.

Kapten Kapal RB 206 Adil Triyanto mengatakan, evakuasi  kepada 17 ABK kami tawarkan kembali, namun demikian mereka tetap besikukuh untuk bertahan di kapal sepanjang 100 meter tersebut. Sehingga tiga pompa air kami pinjamkan ke mereka guna menguras kapal mereka yang retak sekitar setengah meter tersebut.

Kami sudah melakukan koordinasi dan membujuk mereka (ABK) namun demikian mereka tidak mau untuk kita evakuasi. Oleh karena itu, kami meminta kepada kapten kapal KM.Sejatera Mandiri untuk membuat pernyataan di secarik keras bahwa pihaknya belum mau dievakuasi.

“Dengan ini bahwa pada prinsipnya kami tidak menolak untuk dievakuasi, namun kami akan berupaya dan mengusahakan untuk menyelamatkan kapal terlebih dahulu semaksimal mungkin, dan apabila dalam usaha kami tidak berhasil, kami akan segera meminta bantuan” demikian kalimat yang ditulis oleh Nahkoda KM.Sejatera Mandiri, Capten Y. Gatot.

Nanti, lanjut Riyadi, jika ada pihak yang tidak terima terkait dengan kejadian ini maka “secarik kertas” inilah akan kami gunakan sebagai bukti, bahwa kita (Basarnas) sudah berupaya untuk mengevakuasi mereka, pungkasnya.(ris)



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
12 January 10:39 WIB