TELP (024) 7629192 FAX (024) 7629189 EMAIL : sar_semarang@yahoo.co.id


Rakit Terbalik di Banjarnegara, Lima Orang Hanyut


BANJARNEGARA - Rakit penyeberangan di Sungai Sapi, Banjarnegara, Jateng, akibat kejadian ini lima orang hanyut. Beruntung tiga orang berhasil menyelamatkan diri dan dua lainnya masih dicari.

Menurut koordinator Pos SAR Cilacap Tri Joko Priyono, korban selamat adalah pengemudi rakit, yakni Warjo Sapon (50), warga Desa Kaliwungu, dan dua penumpang, yakni Tono (28) dan Kardi (28), warga Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara. Korban selamat sempat dibawa ke Puskesmas Mandiraja dan kemudian dipulangkan karena kondisinya membaik.

Sedangkan dua penumpang yang masih dalam pencarian yakni Anshori (30), warga Sukoharjo, Wonosobo, Jawa Tengah, dan Sulistyo (28), warga Desa Hulumanis, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.

Kejadian nahas ini lanjut Joko, Kamis (16/2/2012) sekitar pukul 15.00 WIB, 5 orang naik rakit penyeberangan yang memisahkan Dusun Silangit dengan Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah. Jaraknya atau lebar sungai sekitar 200 meter. Ketika rakit sudah di tengah, air besar datang dan rakit pun terbalik.

Terbaliknya rakit tersebut kemungkinan karena terjangan air bah kiriman dari hulu. Hingga saat ini (Jum’at 17/02/2012.red) dua korban hanyut masih dalam pencarian.

Upaya pencariandilakukan oleh Tim sar Gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Clacap, BPBD Kabupaten Banjar Negara, Tagana Banjarnegara, Banjarnegara rescue, Banyumas rescue dan Polsek Mardirejo serta masyarakat sekitar.

Sabtu (18/2/2012) Tim SAR berhasil menemukan satu korban tewas yang diketahui bernama Sulistyo (28) warga Desa Hulumanis, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah. Sulistyo ditemukan sekitar pukul 11.00. Jasadnya terseret arus air ketika pintu waduk Gajah Oling dibuka, sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian. Saat ditemukan jasad Sulistyo masih lengkap menggunakan pakaian sehingga masih mudah untuk mengenalinya.

Jasad Sulistyo kemudian dibawa ke Rumah Sakit Daerah Banjarnegara untuk identifikasi, kemudian diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan.

“Proses pencarian sempat terkendala arus sungai yang sangat deras dan airnya yang keruh, hingga jarak pandangnya nol. Namun demikian Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian dengan menyisir di sekitar tempat kejadian musibah hingga bendungan Gajah Oling menggunakan  prahu karet” kata Joko.

Pencarian lanjut Joko, dilakukan selama sepekan.Namun demikian ansori tidak ditemukan, sehinggahari Rabu (22/02/2012) pukul 16.40 WIB operasi SAR dihentikan. Lebih lanjut Joko mengatakan dihentikannya operasi SAR ini sesuai dengan prosedur yang berlaku di Basarnas.



Kategori General Berita .
Pengunggah : author
19 February 11:32 WIB