<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://semarang.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://semarang.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Tue, 05 May 2026 06:18:09 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Pak Tarno Ditemudan MD Setelah 3 Hari Hilang]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/pak-tarno-ditemudan-md-setelah-3-hari-hilang</link>
                <description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tarno (48) warga Desa Banteng RT 05/ RW 02 Kecamatan Tersono Kabupaten Batang dilaporkan hilang di ladang pada Selasa (19/11/24) lalu dan diduga hanyut di sungai Belo yang berada tak jauh dari ladang tersebut. Setelah tiga hari pencarian oleh tim SR gabungan akhirnya pada Sabtu (23/11/24) pukul 09.45 WIB berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang Budiono menceritakan kronologi kejadian Selasa (19/11/24) sekira pukul 21.30 WIB saat itu pak Tarno bangun tidur diduga hendak ke kamar mandi kemudian Ustandiyah sang istri bertanya sama suami namun tidak dijawab hanya menggelengkan kepala saja. Setelah ditunggu sampai 15 menit Tarno tidak kunjung kembali kekamar. Akhirnya istri mencari sampai sekililing rumah dan menuju ke area ladang Banteng namun tidak ada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">"Diduga pak Tarno sengaja pergi meninggalkan rumah dan hilang di ladang Desa Banteng" ungkap Budiono.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dengan informasi tersebut Kepala Kantor SAR Semarang memberangkatkan 1 tim rescue untuk melaksanakan pencarian dan pertolongan disertai alut SAR air. Kondisi lokasi area ladang Desa Banteng terjal dan Vegetasi masih lebat didasar ada aliran sungai Belo</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">"Setelah upaya pencarian selama 3 hari korban berhasil ditemukan di DAS Belo tepatnya di Desa Tempuran Hajowinangun Barat Jarak dari tempat kejadian kurang lebih 10 KM dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke RSUD Limpung Kabupaten Batang" imbuhnya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">"Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai tim SAR gabungan kembali kesatuanya masing-masing"tutupnya</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12495</guid>
                <pubDate>Tue, 05 May 2026 05:37:29 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Truk Alami Rem Blong Memakan Korban]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/truk-alami-rem-blong-memakan-korban</link>
                <description><![CDATA[<p>Sebuah truk pengangkut akumulator atau aki diduga mengalami rem blong sehingga lepas kendali dan menabrak beberapa kendaraan serta bangunan di jalan Prof. Hamka Ngaliyan Semarang sepanjang 50 meter. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (21/11/24) sore sekira pukul 17.10 WIB tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia ditempat dan beberapa luka berat dan ringan.&nbsp;</p>
<p>"Pukul 17.15 WIB Kami menerima info adanya laka lantas yang mengakibatkan ada korban terjepit dan membutuhkan penanganan khusus sehingga kami mengirimkan satu tim ke lokasi kejadian guna memberikan pertolongan" Ujar Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Masih berdasarkan keterangan dari Budiono, truk bernopol B 9674 KXS tersebut mengalami masalah pengereman saat menuruni turunan Silayur. Setelah menabrak mobil truk engkel dan sebuah mobil berjenis SUV warna putih serta beberapa kendaraan roda dua yang terparkir di ruko pinggir jalan, akhirnya laju truk terhenti oleh tiang listrik. Akibatnya sang sopir truk terjepit bodi kabin depan dan juga setir.&nbsp;</p>
<p>Tim Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang segera melakukan tindakan dengan menggunakan alat ekstrikasi untuk mengeluarkan korban. Tak butuh waktu lama, sekira 30 menit akhirnya sang sopir beserta kernet yang diketahui bernama Ade Kurniasari ( 32 Th) dan Rafif Tegar Santoso (19 Th) berhasil dikeluarkan dari kabin.&nbsp;</p>
<p>"Sopir truk mengalami patah tulang paha kiri dan dada nyeri akibat terhimpir setir. Sedangkan kernet tidak mengalami luka berarti. Keduanya langsung dibawa ke RS Permata Medika untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan korban meninggal dunia telah terevakuasi sebelumnya oleh tim Ambulan dan dibawa ke RSUP. Kariadi Semarang" Imbuh Budiono.&nbsp;</p>
<p>Adapun korban meninggal teridentifikasi bernama Rukoyah (41) warga Beringin RT.03/03 Ngaliyan, Kota Semarang, dan Anis Yuliana (30) warga Kecamatan Yaken, Kabupaten Pati. Untuk korban luka-luka telah dilarikan ke beberapa rumah sakit diantaranya RS. Permata medika 6 orang, RSUD. Tugurejo 3 orang dan RS. Hermina Pandanaran 1 orang sehingga total korban berjumlah 12 orang.&nbsp;</p>
<p>"Turunan Silayur merupakan turunan yang panjang dan curam sehingga diharapkan masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut. Harapan kami kejadian ini tidak terulang kembali" Pungkas Budiono.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12494</guid>
                <pubDate>Tue, 05 May 2026 05:31:59 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Seorang Pemancing Hanyut Diterjang Banjir Di Sungai Kaligarang]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/seorang-pemancing-hanyut-diterjang-banjir-di-sungai-kaligarang</link>
                <description><![CDATA[<p>Rian yang sedang memancing bersama seorang rekannya, hanyut diterjang banjir saat memancing di Sungai Kaligarang dekat jembatan merah Tinjomoyo kecamatan Banyumanik Semarang. Kejadian yang menimpa mahasiswa pelayaran asal Pati tersebut berlangsung pada kamis (21/11/24) sekira pukul 16.30 WIB.&nbsp;</p>
<p>"Korban R posisi memancing di bebatuan tengah sungai dan diduga tidak menyadari permukaan air sungai tiba-tiba naik karena di daerah atas sedang turun hujan deras sedangkan di area Semarang masih mendung. Beruntung temannya berhasil menyelamatkan diri" Ungkap Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Masih berdasarkan keterangan Budiono, saat ini tim dari Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang telah diterjunkan ke lokasi kejadian bergabung dengan Potensi SAR melakukan pencarian di sungai berbatu tersebut.&nbsp;</p>
<p>Namun hingga menjelang malam usaha tim SAR gabungan belum membuahkan hasil. Air sungai yang masih deras dan situasi yang mulai gelap juga menjadi hambatan bagi tim SAR gabungan untuk segera menemukan korban.&nbsp;</p>
<p>"Saat ini tim gabungan sedang berjaga di bendung Pleret Semarang Barat sebagai antisipasi korban sudah hanyur terbawa arus hingga disana. Semoga usaha tim diberi kelancaran dan korban lekas ditemukan" Pungkas Budiono.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12493</guid>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 11:32:50 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Pemancing Ditemukan Tewas Setelah Diketahui Hanyut]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/pemancing-ditemukan-tewas-setelah-diketahui-hanyut</link>
                <description><![CDATA[<p>Setelah tiga hari pencarian, akhirnya Jerian Budiarto (22) atau Rian yang hanyut saat memancing di sungai Kaligarang Tinjomoyo Banyumanik berhasil ditemukan. Rian ditemukan telah meninggal dunia terapung di sungai Banjir Kanal Barat (BKB) pada sabtu (23/11/24) pagi sekira pukul 06.30 WIB.&nbsp;</p>
<p>"Pagi tadi ada warga yang tak sengaja melihat di tengah sungai ada mayat terapung dan langsung diinfokan penemuan tersebut ke tim SAR gabungan. Kemudian oleh tim gabungan jasad tersebut dievakuasi dan dibawa ke RSUP. Karyadi" Ungkap Budiono Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Setelah tiba di RSUP. Karyadi jenazah langsung divisum dan juga dihadirkan pihak keluarga Rian untuk memastikan apakah benar jasad tersebut adalah Rian yang hanyut. Setelah diperiksa ternyata benar bahwa jasad yang ditemukan itu adalah Rian yang juga mahasiswa Akademi Pelayaran Niaga (Akpelni) Semarang.&nbsp;</p>
<p>"Benar yang ditemukan itu adalah Rian, hal tersebut juga telah dipastikan oleh rekan-rekan Akpelni tempat kuliahnya Rian dan juga pihak perwakilan kampus" Tambah Budiono.&nbsp;</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Rian yang juga mahasiswa Akpelni asal Pati pada Kamis (21/11/24) memancing di sungai Kaligarang Tinjomoyo Banyumanik Semarang bersama seorang rekannya. Saat menjelang sore sekira pukul 16.30 WIB Korban diduga tidak menyadari air sungai tiba-tiba naik dan banjir akibat daerah hulu hujan deras. Karena arus membesar tiba-tiba, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan hanyut. Sedangkan rekannya mampu menyelamatkan diri dengan berlari ke tepi sungai.&nbsp;</p>
<p>"Terimakasih untuk tim SAR gabungan atas usahanya sehingga korban lekas ditemukan dan untuk warga dihimbau untuk lebih waspada bila melakukan aktivitas di sungai terlebih sudah mulai memasuki musim penghujan begini" Pungkas Budiono.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12492</guid>
                <pubDate>Tue, 05 May 2026 05:09:41 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Menghadapi Megathrust, Kansar Semarang Latihan SAR Urban bersama FKP3 Semarang Raya]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/menghadapi-megathrust-kansar-semarang-latihan-sar-urban-bersama-fkp3-semarang-raya</link>
                <description><![CDATA[<p>Isu bakal terjadinya megathrust atau gempa yang dahsyat di selatan pulau Jawa membuat semua pihak meningkatkan kewaspadaan. Gempa besar yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya tersebut diduga dampaknya akan menyebabkan banyak kerusakan yang dapat menimbulkan jatuhnya korban jiwa.&nbsp;</p>
<p>Guna mengantisipasi hal tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang berkolaborasi bersama Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan atau FKP3 Semarang Raya menggelar latihan SAR Kesiapsiagaan dalam menghadapi Megathrust.&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono mengatakan bahwa latihan yang digelar merupakan bentuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang membangun dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki baik prosedur kerja, sarana prasarana, masyarakat dan potensi SAR serta SDM yang handal dan kompeten dalam memberikan pelayanan jasa SAR yang optimal.&nbsp;</p>
<p>"Dengan adanya latihan ini diharapkan Kantor SAR Semarang beserta Potensi SAR dapat lebih siap dalam mengantisipasi megathrust sehingga bisa meminimalkan jumlah korban jika bencana itu benar-benar terjadi" Ujar Budiono dalam sambutan saat membuka acara latihan tersebut.&nbsp;</p>
<p>Latihan yang di gelar dari tanggal 18 hingga 20 Oktober ini diikuti sebanyak 58 peserta yang terdiri dari personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang serta anggota FKP3 yang terdiri atas beberapa organisasi Potensi SAR yang berada di wilayah Semarang Raya.&nbsp;</p>
<p>Latihan ini lebih menitikberatkan pada penanganan pertolongan pasca terjadinya gempa megathrust seperti evakuasi pada korban bangunan runtuh (CSSR/Collapse Structure Search and Rescue), pertolongan korban di area sempit (CSR/Confined Space Rescue), penanganan korban didalam kendaraan yang terdampak bangunan runtuh (VAR/Vehicle Accident Rescue) serta penanganan medis pra rumah sakit.&nbsp;</p>
<p>"Pesan Saya kepada para peserta, agar dapat belajar dan menyerap semua materi yang diberikan instruktur, dan utamakan keselamatan dan keamanan dalam praktik dilapangan karena latihan ini akan menguras energi. Hindari sikap percaya diri berlebihan atau keragu-raguan dal praktik yang beresiko ini" Tutup Budiono dalam sambutannya.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12491</guid>
                <pubDate>Tue, 05 May 2026 05:12:34 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TPG nekat terjun ke sungai Progo Temanggung]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/tpg-nekat-terjun-ke-sungai-progo-temanggung</link>
                <description><![CDATA[<p>Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi Tan Poo Gwan (68) warga Ling Kenalan RT.3/3 Kelurahan Kranggan Kabupaten Temanggung dari sungai Progo di kecamatan Kranggan Temanggung. TPG diketahui menceburkan diri ke sungai progo pada rabu (9/10/24) malam sekira pukul 21.15 WIB.&nbsp;</p>
<p>"TPG diketahui terjun ke sungai Progo setelah mengikuti pertemuan RT. Korban pulang duluan karena merasa tidak enak badan, dan ditengah perjalanan pulang korban terjun ke sungai" Ungkap Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.</p>
<p>Budiono menambahkan setelah mendapatkan info kejadian tersebut pihaknya segera mengirimkan satu tim dari Pos SAR Wonosobo untuk melakukan pencarian.</p>
<p>Akhirnya pada kamis (10/10/24) sekira pukul 10.45 WIB Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dengan kondisi meninggal dunia dengan penyelaman di radius 1 meter dari titik LKP. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kab Temanggung.</p>
<p>"Kamis pukul 10.45 korban ditemukan dan langsung dibawa ke RSUD Temanggung. Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR ditutup dan seluruh SRU yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing" Pungkas Budiono.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12490</guid>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 11:56:05 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KM Ade Putra 5 Tenggelam di Karimunjawa]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/km-ade-putra-5-tenggelam-di-karimunjawa</link>
                <description><![CDATA[<p>Sebuah kapal nelayan KM. Ade Putra 5 dilaporkan tenggelam akibat terbalik diterjang ombak saat lego jangkar di utara perairan Karimunjawa Jepara. Kejadian tersebut berlangsung pada minggu (13/10/24) sekira pukul 8 pagi.&nbsp;</p>
<p>"Kami terima info pada senin (14/10/24) siang, bahwa telah terjadi kapal nelayan tenggelam di perairan utara Karimunjawa akibat kena ombak tinggi pada hari minggu pagi kemarin. Untuk POB 9 ABK, 7 selamat 2 hilang. saat ini kami telah melakukan pencarian dengan KN. SAR Sadewa" Ungkap Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Adapun 7 (tujuh) nama-nama ABK KM. Ade Putra 5 yang selamat antara lain Nahkoda atas nama Rasliman serta 6 ABK lainnya yakni Andi Priyanto, Dodi Ramadhon, Jumaedi, Rana, Rizky Mulya dan Tarnoto. Sedangkan dua ABK yang masih dalam pencarian adalah Andri dan Hamdan Abdul Fatah. Tujuh ABK bisa selamat setelah mereka diselamatkan oleh kapal lain yang kebetulan melintas.&nbsp;</p>
<p>Tim mengalami kesulitan karena luasnya area pencarian sedangkan alut yang digunakan sangat terbatas hanya dari KN. SAR Sadewa. "Sarana untuk melakukan pencarian hanya dari KN. SAR Sadewa, sedangkan sisanya dibantu oleh nelayan sekalian mereka melaut mencari ikan sehingga pencarian kurang maksimal" Imbuh Budiono.&nbsp;</p>
<p>"Saat ini telah bergabung bersama kami personil dari Srop Semarang, Karimunjawa, Jepara serta nelayan sekitar untuk dapat melakukan pencarian. Semoga ombak landai sehingga mempermudah pencarian dengan alut yang ada " Tutup Budiono dalam keterangannya.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12489</guid>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 08:41:05 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Seorang ODGJ Jatuh ke Dalam Sumur]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/seorang-odgj-jatuh-ke-dalam-sumur</link>
                <description><![CDATA[<p>Diduga tidak mengetahui ada lubang sumur, Supomo (30) jatuh ke dalam sebuah sumur di pinggir jalan pantura Rembang Kabupaten Rembang. Beruntung kedalaman sumur yang tidak terlalu dalam dan juga masih ada airnya itu membuat korban selamat dan tidak mengalami luka-luka yang berarti.&nbsp;</p>
<p>Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (26/9/24) siang sekira pukul 13.40 WIB. Jatuhnya korban yang diduga mengalami gangguan mental tersebut disaksikan warga sekitar yang saat itu memang cukup ramai.&nbsp;</p>
<p>"Mendapatkan informasi adanya warga yang jatuh ke sumur kami segera mengirimkan satu tim dari USS (Unit Siaga SAR) Rembang lengkap dengan peralatan vertikal rescue untuk mengeluarkan dari sumur" Terang Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Proses evakuasi korban sendiri dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Unit Siaga SAR Rembang, BPBD Rembang, Damkar Rembang dan potensi SAR Lainnya. Tim awalnya kesulitan untuk mengeluarkan korban karena korban yang mengalami keterbelakangan mental itu tidak mau untuk di evakuasi.&nbsp;</p>
<p>Akhirnya setelah usaha yang cukup lama, dengan teknik lifting, korban yang juga warga Deda Tasikagung, kecamatan Rembang itu berhasil dikeluarkan dari sumur berkedalaman 5 meter tersebut pada pukul 15.15 WIB.&nbsp;</p>
<p>"Tim berhasil mengeluarkan korban dengan ditarik keatas dengan sebelumnya telah dipasangi pengaman oleh rescuer yang turun seperti dipasang seat harness dan juga dipakaikan helm agar tidak cedera saat ditarik naik" Tambah Budiono.&nbsp;</p>
<p>Setelah berhasil mengevakuasi korban dengan kondisi selamat selanjutnya korban dibawa ke RSUD Soetrasno Rembang, dengan diketemukannya korban maka Operasi SAR ditutup dan seluruh SRU yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12488</guid>
                <pubDate>Mon, 16 Mar 2026 17:58:03 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Pelatihan Komunikasi Darurat FKP3 Semarang Raya]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/pelatihan-komunikasi-darurat-fkp3-semarang-raya</link>
                <description><![CDATA[<p>50 Potensi SAR Semarang Raya Mengikuti Pelatihan Emergency Communicatiom</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SEMARANG - Sebanyak 50 personil potensi SAR Semarang Raya mengikuti pelatihan Emergency Communication yang akan diselenggarakan selama dua hari, Sabtu dan minggu, 28-29 September 2024. Mengambil tempat di Bumi Perkemahan Harda Walika Jatirejo Gunungpati Kota Semarang, kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono.&nbsp;</p>
<p>" Pelatihan Emergency Communication ini baru pertama kali dilaksanakan yang di prakarsai FKP3 (Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan) Kota Semarang. Pelatihan ini bisa menjadi sarana silaturohim dan menyamakan persepsi ketika di lapangan atau operasi SAR." ujarnya saat pembukaan pada Sabtu (28/09/2024) pagi.&nbsp;</p>
<p>Budiono menyoroti betapa Komunikasi menjadi sangat penting sekali dan paling utama dalam pelaksanaan operasi SAR. Penerapan komunikasi bukan hanya untuk kegiatan saat di darat saja melainkan bisa diterapkan juga didaerah perairan, seperti antara kapal yang berada di lautan dengan tim SAR gabungan yang berada di darat.</p>
<p>Emergency Communication ini bertujuan agar para potensi SAR bisa membantu proses pengendalian operasi yang dilakukan oleh Basarnas. Dimana Basarnas merupakan pusat pengendalian seluruh proses pencarian dan pertolongan.&nbsp;</p>
<p>Budiono juga berharap hasil dari pelatihan Emergency Communication ini semua kalangan bisa saling bersinergi satu visi misi untuk kemanusiaan.</p>
<p>"Harapan kami, melalui komunikasi semua bisa saling bersinergi, satu visi misi, saling menjalin kerjasama mulai dari pra sampai dengan pelaksanaan operasi SAR" Imbuhnya.&nbsp;</p>
<p>Senada, Koordinator Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Kota Semarang, Akim Wahyudi menuturkan semua pergerakan pada saat terjadi kebencanaan atau operasi SAR sangat tergantung pada komunikasi.&nbsp;</p>
<p>"Komunikasi dibentuk untuk monitoring mobilitas dari berbagai unsur, mulai dari tim medis, logistik, pencarian dan pertolongan sampai dengan posko yang dipimpin oleh Basarnas," Kata Akim.&nbsp;</p>
<p>Dalam Pelatihan Emergency Communication ini Peserta mendapat materi seputar komunikasi radio dan simulasi komunikasi saat pelaksanaan operasi SAR. Sedangkan Ke-50 peserta terdiri dari lintas organisasi potensi relawan dan instansi yang berada di Semarang Raya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12487</guid>
                <pubDate>Tue, 05 May 2026 05:48:46 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Penandatanganan LOCA antara Kansar Semarang dan Airnav Semarang]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/penandatanganan-loca-antara-kansar-semarang-dan-airnav-semarang</link>
                <description><![CDATA[<p>Guna mempercepat penanganan operasi SAR khususnya terhadap kecelakaan pesawat udara di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, maka Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang telah menjalin kerjasama dengan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau lebih dikenal Airnav Indonesia Cabang Semarang melalui penandatanganan Perjanjian Koordinasi Operasional atau LOCA (letter of Operational Coordination Agreement).&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang dengan General Manager (GM) Airnav Semarang, Budi Mahmudi dan disaksikan langsung oleh Kepala Biro Hukum Dan Kerjasama Basarnas, Didi Hamzar S.Sos.,M.M. melalui aplikasi video conference Zoom.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan LOCA dengan Airnav Semarang tersebut merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang nomor 29 tahun 2014 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas yang mana salah satu tugas Basarnas adalah menyelenggarakan Operasi SAR terhadap kecelakaan pesawat udara.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti diketahui Airnav Indonesia merupakan sebuah Badan Usaha Pemerintah yang menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia sehingga semua data penerbangan termonitor di Airnav Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukannya kerjasama melalui LOCA untuk pemenuhan kebutuhan khususnya informasi data penerbangan apabila terjadi suatu case terhadap pesawat udara.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono menyoroti meningkatnya permintaan moda transportasi udara sehingga muncul kerawanan terhadap potensi terjadinya kecelakaan pesawat udara.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang sebagai sektor di bidang Pencarian dan Pertolongan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan Pencarian dan Pertolongan dengan cepat, tepat dan aman terhadap kecelakaan pesawat udara yang terjadi di wilayah kerja kami dan dengan adanya penandatanganan LOCA ini menjadi pedoman kita bersama dalam mengambil sikap dan tindakan terpadu terkait dengan koordinasi dan pertukaran informasi penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat udara" Ujar Budiono dalam sambutannya.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senada, GM Airnav Semarang, Budi Mahmudi juga menyambut baik adanya LOCA ini mengingat keselamatan penerbangan dan kecepatan penanganan kecelakaan penerbangan merupakan sebuah prioritas utama sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan aman masyarakat.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penandatanganan LOCA sendiri dilakukan di Kantor Airnav Semarang pada selasa (01/10/24) pukul 10.00 WIB yang diakhiri dengan pertukaran cinderamata berupa plakat masing-masing instansi pemerintah tersebut.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12486</guid>
                <pubDate>Tue, 05 May 2026 06:18:09 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Kapal Nelayan Sabar Subur I tenggelam]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/kapal-nelayan-sabar-subur-i-tenggelam</link>
                <description><![CDATA[<p>Akibat kran pembuangan air rusak dan jebol, Sebuah kapal nelayan "KM. Sabar Subur I" Asal Rembang tenggelam di perairan Karimunjawa Kabupaten Jepara. Kejadian tersebut berlangsung pada jumat (11/10/24) siang sekira pukul 11.00 wib.&nbsp;</p>
<p>Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang dalam keterangannya mengungkapkan pihaknya menerima informasi tersebut pada sabtu (12/10/24) siang sekira pukul 13.45 WIB dan langsung menerjunkan tim pencari menggunakan KN. SAR Sadewa.&nbsp;</p>
<p>"Kami menerima informasi bahwa ada kapal nelayan dengan 14 POB (person on board) tenggelam di perairan timur laut Karimunjawa dan saat ini kami sudah mengirimkan tim pencari dengan menggunakan KN Sadewa untuk melakukan pencarian" Ujar Budiono.&nbsp;</p>
<p>Budiono menambahkan, para crew ABK "Sabar Subur I" Terjun ke laut saat kapal mereka mulai karam. Dari 14 POB/ABK, 11 orang berhasil diselamatkan oleh kapal ferry KM. Satya Kencana III yang kebetulan melintas menuju ke Banjarmasin, sedangkan 3 lainnya belum diketahui keberadaannya.</p>
<p>"Saat ini telah bergabung dengan kami tim dari SROP Semarang dan SROP Karimunjawa beserta nelayan sekitar untuk melakukan pencarian. Semoga besok cuaca cerah dan ombak landai sehingga memudahkan kami dalam melakukan pencarian" Imbuhnya.&nbsp;</p>
<p>Adapun data-data ABK yang selamat antara lain:</p>
<p>1. Karsono (Nahkoda)</p>
<p>2. Sukoco (ABK)</p>
<p>3. Suparjo (ABK)</p>
<p>4. Agus Teguh (ABK)</p>
<p>5. Ahmad Jumaidi (ABK)</p>
<p>6. Sutrisno (ABK)</p>
<p>7. Jamani (ABK)</p>
<p>8. Sampurno (ABK)</p>
<p>9. Samsul (ABK)</p>
<p>10. Sartono (ABK)</p>
<p>11. Subari (ABK)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan 3 yang masih dalam pencarian :</p>
<p>1. Achmad Zamroni (ABK)</p>
<p>2. Abdul Alim (ABK)</p>
<p>3. Bambang Setiawan (ABK)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12485</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 02:04:34 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Remaja 16 Tahun tenggelam di Sungai Serayu]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/remaja-16-tahun-tenggelam-di-sungai-serayu</link>
                <description><![CDATA[<p>Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi Faizal Dwi Saputro (16) dari dasar sungai Serayu di dusun Tawangsari Kecamatan Bawang Banjarnegara. FDS diketahui tenggelam saat secara tidak sengaja terdorong oleh temannya saat mereka mandi dipinggir sungai tersebut. Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (29/9/24) sore sekira pukul 5 sore.&nbsp;</p>
<p>Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, akhirnya tubuh remaja asal dusun Tawangsari, desa Bambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara tersebut berhasil ditemukan pada senin sore pukul 18.00 WIB. Korban ditemukan tak bernyawa lagi didasar sungai setelah dilakukan penyelaman.&nbsp;</p>
<p>"FDS ditemukan oleh tim SAR gabungan di kedalaman 7 meter setelah dilakukan penyelaman. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi" Ungkap Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Tim SAR awalnya kesulitan melakukan pencarian mengingat arus sungai cukup deras dengan lumpur yang tebal. Namun setelah berusaha maksimal akhirnya korban berhasil ditemukan.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12484</guid>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 13:16:29 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Evakuasi Sopir Travel Terjepit Dashboard]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/evakuasi-sopir-travel-terjepit-dashboard</link>
                <description><![CDATA[<p>Sebuah kecelakaan adu banteng terjadi di ruas jalan Kalierang Desa Watu Gong Selomerto Wonosobo pada jumat (27/9/24) dinihari tadi tepatnya pukul 03.15 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil travel Toyota Hiace dan truk kosong yang mengakibatkan 5 penumpangnya mengalami cedera dan bahkan sopir travel terjepit bodi depan mobilnya.&nbsp;</p>
<p>Empat korban yakni Nopal Hidayat dan Zidan yang merupakan sopir dan kernet truk serta dua dari penumpang travel, Andika Priadini dan Farida Laeli Syarifah bisa segera terevakuasi dan dibawa ke RSU Setjonegoro dan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo dengan kondisi luka ringan dan sedang. Sedangkan Yusuf Ismail, sang sopir travel terjepit bodi dan membutuhkan penanganan khusus untuk mengeluarkannya.&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan keterangan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, kejadian tersebut bermula saat mobil travel melaju kencang dari arah Banjarnegara menuju Wonosobo. Saat di ruas jalan Kalierang depan rumah makan sate Barokah, travel tersebut hendak mendahului kendaraan didepannya. Namun naas saat mendahului tiba-tiba dari arah sebaliknya ada truk kosong yang melaju dan karena jarak terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.&nbsp;</p>
<p>"Hiace melaju hendak ke Wonosobo dan saat menyalip tiba-tiba dari arah depan ada truk enkel double. Karena jarak sudah dekat tidak sempat mengerem sempurna akhirnya terjadi tabrakan adu banteng" Terang Budiono.&nbsp;</p>
<p>"Kami menerima info pukul 04.20 WIB dan langsung mengirimkan satu tim dari Pos SAR Wonosobo lengkap dengan peralatan ekstrikasi untuk melakukan evakuasi" Imbuhnya kemudian.&nbsp;</p>
<p>Setelah tim tiba akhirnya sekira pukul 05.00 WIB sang sopir berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dengan kondisi patah tulang kaki dan diduga mengalami trauma didada. Korban kemudian dengan ambulan dilarikan ke RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo untuk penanganan medis lebih lanjut.&nbsp;</p>
<p>" Kondisi sang sopir cukup parah, ada luka patah tulang kaki dan diduga juga mengalami trauma didada sehingga butuh penanganan cepat. Dan untuk tim SAR gabungan terimakasih atas penanganannya sehingga korban bisa terevakuasi dalam keadaan selamat" Pungkas Budiono.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12483</guid>
                <pubDate>Sat, 14 Mar 2026 08:30:51 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Bocah 7 Tahun Tenggelam di Embung Krobokan Boyolali]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/bocah-7-tahun-tenggelam-di-embung-krobokan-boyolali</link>
                <description><![CDATA[<p>Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad Alfaris Ramadani, bocah berusia 7 tahun yang tenggelam di embung Krobokan Juwangi Boyolali. AR diketahui tenggalam di embung tersebut pada Rabu (25/9/24) sore sekira pukul 17.00 WIB dan dilaporkan ke Pos SAR Surakarta dan tim SAR gabungan pada pukul 9 malam.&nbsp;</p>
<p>"Korban AR dilaporkan tenggelam saat memancing di embung krobokan bersama seorang temannya, informasinya terpeleset" Terang Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Masih berdasarkan keterangan dari Budiono, pencarian sempat dilakukan pada malam kejadian namun karena penerangan minim dan keruhnya air embung, usaha tim SAR gabungan belum berhasil.&nbsp;</p>
<p>Akhirnya pada kamis pagi, usaha tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian baik dengan menggunakan alat Aqua eye dan juga penyelamanan membuahkan hasil. AR yang juga merupakan warga Krobokan itu berhasil ditemukan tim di kedalaman 3 meter dalam kondisi meninggal dunia.&nbsp;</p>
<p>Tim SAR Pada pukul 07.00 berhasil menemukan titik duga tenggelam korban dengan aqua eye, dan setelah dilakukan penyelaman, korban akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi dari dasar embung.&nbsp;</p>
<p>"Pukul 08.25 WIB korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka. Terimakasih untuk tim SAR gabungan atas usahanya sehingga korban cepat ditemukan" Pungkas Budiono.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12482</guid>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 14:02:01 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Telapak MSA masuk dalam mesin penggiling daging]]></title>
                <link>https://semarang.basarnas.go.id/berita/telapak-msa-masuk-dalam-mesin-penggiling-daging</link>
                <description><![CDATA[<p>M. Sidni Arizoo (17) seorang karyawan sebuah usaha penggilingan daging untuk bakso mengalami kecelakaan kerja. Maksud hati hendak membersihkan pisau penggiling dari tulang yang nyangkut, namun jarinya turut ketarik mesin. Akibatnya sebagian besar telapak kirinya masuk ketarik kedalam mesin penggiling.&nbsp;</p>
<p>Kecelakaan kerja tersebut terjadi pada kamis (19/9/24) sekira pukul 8 pagi di penggilingan daging di desa Tuwel Slawi Tegal. Korban sebenarnya sudah dibawa ke rumah sakit daerah Dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal namun karena rumah sakit kesulitan dalam membuka mesin penggilingnya akhirnya memanggil tim SAR.&nbsp;</p>
<p>"Kami mendapatkan info ada orang dengan telapak tangan terjepit mesin penggiling daging dan membutuhkan alat untuk memotong mesin penggiling itu sehingga kami kirimkan satu tim lengkap dengan alat ekstrikasi untuk melakukan evakuasi" Ujar Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.&nbsp;</p>
<p>Tim akhirnya tiba di RS. Soeselo dan segera melakukan pertolongan. Tim awalnya berhasil memotong plat yang merupakan bagian dari mesin penggiling dengan peralatan ekstrikasi. Namun saat hendak mengeluarkan tangan korban dari penggilingan, tim harus bertindak hati-hati karena bila tidak tepat penanganan, telapak tangan korban bisa lebih parah cederanya.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>Tim setelah dengan berbagai pertimbangan akhirnya mencoba kembali melakukan pelepasan telapak korban dari mesin penggiling bersama dengan para dokter ruang bedah RS. Soeselo. Sekira pukul 12.04 WIB akhirnya telapak tangan korban bisa dilepas dari mesin.</p>
<p>"Tindakan itu sendiri dilakukan di ruang bedah RS. Soeselo karena korban harus dibius total untuk menghindari rasa sakit dan cepat penanganan bila terjadi trouble. Terimakasih untuk tim atas usahanya sehingga korban lekas tertangani" Imbuh Budiono.</p>
<p>Saat ini korban yang merupakan warga Karangjambu, Balapulang Tegal tersebut telah ditangani oleh dokter RS. Soeselo Slawi diruang operasi untuk penanganan medis lebih lanjut.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Humas Semarang <sar.semarang@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://semarang.basarnas.go.id/12481</guid>
                <pubDate>Sun, 03 May 2026 17:33:00 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
